HousingEstate, Jakarta - Kalangan perbankan mulai merelaksasi kewajiban nasabah khususnya yang memiliki tanggungan KPR. Salah satunya adalah bank BUMN Bank Mandiri yang memberikann relaksasi maupun kemudahan untuk cicilan KPR bagi nasabah yang terdampak langsung oleh wabah Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19).

“Ada banyak kemudahan yang kita berikan untuk nasabah KPR yang terdampak langsung dengan wabah ini. Misalnya yang cicilannya Rp5 juta/bulan bisa dibikin Rp3 juta/bulan untuk enam bulan ke depan atau bisa  juga hanya membayar pokok maupun bayar bunganya saja, bisa dipilih sesuai kemampuan masing-masing nasabah,” ujar Ignatius Susatyo Wijoyo (Tyo), Executive Vice President Consumer Loans Group Bank Mandiri kepada housingestate.id, Senin (13/4).

Untuk nasabah yang karena pandemi ini dirumahkan hingga kehilangan penghasilannya, cicilan KPR-nya bahkan bisa ditangguhkan sama sekali untuk periode 3-6 bulan bahkan satu tahun. Saat nanti nasabah mendapatkan pekerjaan baru, ada dua pilihan yang bisa diambil: kembali mencicil dengan jumlah yang lebih besar dan tenor tetap atau cicilan tetap sama dengan tenor yang lebih panjang.

Pada prinsipnya Bank Mandiri bisa membuka berbagai opsi kemudahan terkait kesulitan nasabah akibat dampak dari wabah ini. Untuk nasabah baru juga akan dipermudah dengan pendaftaran melalui online hingga wawancara dengan video call. Untuk akadnya tetap harus datang karena proses legalitas dari notaris hingga saat ini belum memungkinkan untuk dilakukan secara online. Hanya saja jumlah nasabah yang diproses dibatasi maksimal empat orang di dalam ruangan untuk mengatur tetap berjarak.

Bank Mandiri juga telah bekerja sama dengan banyak pengembang besar dan mengeluarkan promo bersama yang menarik untuk tetap membuat pasar tetap bergairah. Bunga promo yang diberikan juga cukup beragam, mulai ekstra rendah 4,59 persen selama satu tahun, 5,59 persen fixed tiga tahun, atau fixed panjang mencapai 10 tahun sebesar 9,99 persen.

“Saat situasi ini kami lebih fokus  menggarap kalangan fixed income dan yang mencari first home. Tahun kemarin kami berhasil membukukan KPR baru mencapai Rp10 triliun sehingga total portofolio KPR mencapai Rp43 triliun. Tahun ini tentunya lebih berat, tadinya target kami bisa membukukan KPR baru sebesar Rp15 triliun, semoga rata-rata masih bisa Rp1,1 triliun setiap bulannya,” beber Susatyo.