HousingEstate, Jakarta - Dari sekian banyak perangkat elektronik rumah tangga (home appliances), produk penjernih udara atau air purifier termasuk yang sangat sedikit penggunanya dan masih terbatas pada kalangan menengah ke atas. Pada saat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), produk air purifier semakin banyak digunakan karena dipercaya bisa membuat udara lebih bersih hingga membunuh berbagai macam bakteri dan virus.

“Sebelum pandemi produk ini sudah mulai banyak digunakan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terkait gaya hidup yang lebih sehat. Ketika ada wabah, produk ini semakin tinggi peminatnya hingga saat ini suplai di pasar kosong dan kami masih berupaya untuk memenuhi kebutuhan itu,” ujar Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia.

Pada saat pandemi ini Sharp berupaya memberikan produk terbaik untuk memenuhi harapan masyarakat. Untuk itu Sharp meluncurkan produk Sharp Air Purifier terbaru  dengan tambahan teknologi pintar untuk memaksimalkan penjernihan udara di dalam rumah.

Sharp Air Purifier tetap dibenamkan dengan filter yang telah menjadi brand Sharp sejak lama yaitu Plasmacluster HD 25.000. Jangkauan produk ini juga menjadi lebih luas hingga mencapai 62 m2 dan diklaim bisa menciptakan udara bersih, sehat, dan bebas jamur-virus, hingga menghilangkan bau tak sedap.

Alat ini bekerja dengan tiga tahap penyaringan udara atau triple filtration. Prosesnya yaitu HEPA Filter yang mampu menyaring hingga 99,7 persen partikel mikroskopik, Active Carbon Deodorizefilter khusus untuk menghilangkan bau tak sedap, dan Pre Filter yang akan menyaring partikel debu berukuran dari 240 mikron debu.

Ada juga fitur Spot Mode yang didesain mengeluarkan hembusan lurus ke depan untuk memudahkan proses pengurangan bau seperti asap rokok, keringat, maupun hewan peliharaan. Fitur ini cocok digunakan untuk menghilangkan bau yang menempel pada karpet, sofa, maupun gorden.

Sharp juga mengombinasikan produk air purifier-nya dengan teknologi digital Artificial Intelligent of Things (AIoT). Alat ini bisa dikoneksikan dengan Wifi sehingga memungkinkan pengguna mengatur kualitas udara lewat aplikasi Smart Operation by Sharp Air dari telepon genggam.

“Sejak produk ini diluncurkan tahun 2000, hingga saat ini penjualan kami sudah mencapai lebih dari 80 juta di seluruh dunia. Fokus utama kami memang untuk menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat di indoor dan momentum itu terjadi justru saat adanya pandemi ini. Harga produk ini mulai Rp3,2 jutaan, ada juga tipe yang lebih murah dengan jangkauan lebih kecil 23 dan 30 m2,” kata Andry.