HousingEstate, Jakarta - Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah membuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan terus meningkat. Sebuah survei dari  Alvara Research Center menunjukkan, 78 persen responden Indonesia menerapkan gaya hidup yang lebih bersih sejak Covid-19 tersebar.

Hanya saja kepedulian kebersihan di kalangan masyarakat baru sebatas menjaga higienitas diri. Padahal ada hal lain yang tidak kalah penting, salah satunya menjaga kebersihan perangkat rumah tangga. Contoh mesin cuci.

Menjaga kebersihan mesin cuci  bukan hanya berdampak pada kenyamanan saat menggunakan tapi juga mencegah dari timbulnya bakteri berbahaya seperti e-coli dan salmonella, di samping membuat mesin cuci jadi awet.

Menurut Tyo Sulistyo, Curtomer Care Manager Beko Indonesia, mesin cuci minimal harus dibersihkan dua kali dalam sebulan setelah mesin cuci digunakan dengan kapasitas maksimum khususnya di bagian tabung. “Penting diingat juga bahwa mesin cuci yang diterawat  baik akan berimbas pada pakaian yang dicuci terjaga kebersihannya,” katanya.

Berikut tips dari Beko, merek home appliances asal Turki yang masuk Indonesia sejak tahun lalu.

 

Cuci tabung bagian dalam mesin cuci 

Setelah mesin cuci digunakan biasanya virus dan bakteri tertinggal di tabung. Karena itu harus segera dibersihkan bagian dalamnya. Untuk mesin cuci Beko ada fitur Drum Cleaning pada tipe front load yang bisa membantu membersihkan serta membunuh kuman, bakteri, dan virus yang tertinggal.

 

Bersihkan laci detergen dan filter mesin cuci

Sisa-sisa deterjen di laci penyimpanan juga harus dibersihkan. Bagian filter acap kali menjadi tersumbat karena sisa-sisa deterjen maupun serat kain yang menempel dan bila dibiarkan akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kinerja mesin cuci pun menjadi menurun. Sikat menggunakan sikat gigi untuk menghilangkan sisa deterjen dan serat kain, lalu bilas dan keringkan. 

 

Pastikan pipa pembuangan air tidak tersumbat

Menjaga saluran pipa pembuangan air agar tetap lancar juga sangat penting untuk menjamin kinerja mesin optimal. Bagi pemilik hewan peliharaan, bulu-bulu hewan kesayangan bisa membuat pipa pembuangan mesin cuci tersumbat sehingga kita harus lebih memerhatikan spot ini.

 

Hindari peletakkan mesin cuci di tempat lembab

Banyak kesalahan yang dilakukan terkait peletakan mesin cuci. Perangkat ini seharusnya tidak diletakkan di tempat yang lembab seperti kamar mandi, karena bisa merusak komponen maupun menyebabkan karat. Area yang lembab juga memudahkan perkembangbiakan bakteri dan kuman penyebab penyakit.

 

Bersihkan karet

Karet pada bagian pintu mesin cuci juga harus rutin dilap atau dikeringkan setelah pemakaian. Jika tidak dibersihkan, area ini sangat rentan timbulnya jamur dan menyebabkan bau tak sedap. Selain itu bersihkan juga body luar mesin cuci supaya tetap bersih dan enak dipandang. Perhatikan kain yang digunakan untuk membersihkan, hindari penggunaan kain basah untuk membersihkan mesin cuci.

“Kami juga memiliki layanan untuk menjawab berbagai keluhan maupun pertanyaan seputar produk Beko. Jika keadaan mendesak dan mengharuskan teknisi Beko datang ke rumah, kami juga memastikan setiap teknisi dilengkapi dengan alat pelindung diri dan protokol pekerjaan standar Covid-19,” ujar Tyo.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020