HousingEstate, Jakarta - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) telah menyalurkan KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) mencapai 52.284 unit untuk periode 1 Januari hingga 20 Mei 2020.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, pencapaian ini mencerminkan porsi penyaluran sebesar 51,01 persen. “Tahun ini dana FLPP sebesar Rp11 triliun untuk  membiayai sebanyak 102.500 unit rumah dan sudah terserap lebih dari separuhnya,” katanya. PPDPP sejak 2010 hingga Mei 2020 telah menyalurkan KPR subsidi sebesar Rp49,64 triliun untuk 707.886 unit rumah.

Menurutnya animo masyarakat beli rumah dengan KPR subsidi skema FLPP ini sangat tinggi. Indikasi itu dapat dilihat dari verifikasi data tagihan anggaran FLPP yang sudah disalurkan dan masuk dari bank pelaksana, untuk periode Januari hingga Mei 2010 rata-rata mencapai 471 unit per hari senilai Rp48 miliar. Verifikasi tertinggi yang pernah tercatat mencapai 2.475 unit dalam satu hari pada tanggal 17 April 2020.

Sementara data dari aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep), hingga 20 Mei 2020 ada 180.123 calon debitur yang mengakses aplikasi ini. Sebanyak 28.599 calon debitur masih proses untuk subsidi checking, 664 telah dinyatakan lolos subsidi checking, dan 51.177 calon debitur dalam proses verifikasi bank pelaksana.

Bank pelaksana yang menyalurkan KPR FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang terbesar tetap Bank BTN dengan jumlah 30.939 unit. Porsi terbesar kedua oleh Bank BNI sebanyak 5.739 unit, Bank BTN Syariah 3.089 unit, Bank BRI Syariah 2.530 unit, Bank BJB 1.576 unit, dan Bank Artha Graha 921 unit. Saat ini FLPP disalurkan oleh 41 bank pelaksana yang terdiri dari lima bank BUMN, dua bank nasional syariah, tiga bank swasta nasional, dan 31 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Kami juga tetap bisa mempertahankan kinerja penyaluran dana FLPP di tengah pemberlakuan work from home (WFH) untuk mengurangi dampak wabah Covid-19. Bahkan sejak tanggal 19 Maret 2020, proses pencairan bisa dilakukan lebih cepat dari sebelumnya tiga hari kerja bisa dilakukan satu hari bahkan dalam hitungan jam,” tambah Arief.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #190 Edisi Juni 2020