HousingEstate, Jakarta - Akibat pandemi corona virus disease (Covid-19)  yang berdampak berat terhadap hampir  semua sektor usaha, tidak terkecuali industri perbankan nasional, mengharuskannya untuk lebih selektif menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR). Karyawan swasta yang variable income-nya lebih tinggi dibanding fixed salary,  seperti karyawan hotel dan maskapai penerbangan, lebih diwaspadai.

Contoh variable income karyawan hotel berupa komisi dan bonus  yang jumlahnya lebih tinggi dari pada fixed salary. Karena mereka dirumahkan mengakibatkan variable income tersebut menjadi tidak ada. Demikian juga pramugari dan pilot. Variable income-nya dihitung dari jam terbang. “Akibat banyaknya sektor usaha yang terkena dampak pandemi Covid-19 membuat penyaluran KPR kami akan direvisi,” ujar Chandra Bachtiar, Consumer Asset Division Head PT Bank China Construction Bank Indonesia, Tbk (CCB Indonesia).

Tahun 2019 lalu realisasi outstanding KPR CCB Indonesia  mencapai Rp1,2 triliun atau tumbuh 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan KPR tahun lalu lembaga keuangan milik  investor China ini adalah paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini penyaluran KPR ditargetkan tumbuh 10 persen.  Sayang akibat adanya pandemic realisasi  KPR kwartal pertama hanya sebesar 7 persen.  “Medio tahun ini revisi penyaluran KPR akan kami ajukan ke pihak otoritas berwenang,” tambah alumni SMA St Bellarminus, Menteng, Jakarta Pusat itu.

Agar revisi KPR tidak terlalu besar, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya angkatan 1987 ini melakukan  sejumlah program kerjasama dengan  beberapa developer papan atas. Misalnya dengan PT Ciputra Residence (Ciputra Group) yang antara lain mengembangkan perumahan Citra Sentul Raya  di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dan CitraRaya Tangerang di Cikupa, Tangerang, Banten, dengan menawarkan KPR bunga spesial untuk tahun pertama dan kedua . Juga, dengan Summarecon Serpong CCB Indonesia  menawarkan diskon biaya akad kredit, dan dengan BSD City menawarkan bebas biaya administrasi  kredit. “Untuk sementara kami akan fokus KPR primary market terutama yang dikembangkan developer besar,” tutur pengajar training KPR khusus bagi properti agent yang selenggarakan oleh Asosiasi Real Estate Broker Indonesia  (AREBI) Banten itu.

CCB Indonesia menawarkan suku bunga KPR yang kompetitif, 6,25 persen fixed 2 tahun dengan tenor minimal empat tahun dan bebas penalti jika KPR dilunasi setelah tahun keempat. Lalu bunga  6,50 persen fixed tiga tahun, dan bebas penalti jika KPR dilunasi setelah tahun kelima, kemudian 7,25 persen fixed 5 tahun dan bebas penalti jika KPR dilunasi setelah tahun ketujuh. “Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu agar dunia  usaha  kembali pulih sehingga penyaluran KPR kembali berjalan normal,” harap mantan eksekutif Bank OCBC NISP ini.