HousingEstate, Jakarta - Produsen baja ringan dan produk metal PT Tatalogam Lestari mengeluarkan inovasi dengan membuat produk baja ringan yang diklaim bisa menghambat penyebaran virus Corona. Saat pandemi  Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), berbagai studi menyebutkan kalau virus ini bisa bertahan pada permukaan benda-benda seperti logam, kaca, hingga plastik mencapai sembilan hari.

“Sejak sebulan terakhir kami mengembangkan produk baja ringan anti virus yang bisa meredam perkembangbiakan virus yang menempel pada logam. Dari hasil uji laboratorium bisa diketahui baja ringan anti virus ini bisa menangkal berbagai macam virus dan bakteri berbahaya termasuk virus Covid-19 yang saat ini tengah menjadi wabah global,” ujar Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Sabtu (30/5).

Lebih lanjut Stephanus menjelaskan, produk baja ringan yang diproduksinya dilapisi dengan cairan anti virus khusus yang dapat menutup pori-pori baja sehingga virus tidak bisa berkembang biak di permukaannya. Pada pengujian Covid-19, virus ini bisa hidup di permukaan baja ringan hingga lebih dari 72 jam karena terdapat celah pori-pori tempat menempelnya virus dan bisa membelah diri sehingga bertahan lebih lama.

Tatalogam mengembangkan produk anti virus ini untuk dua tipe produk yaitu Nexalume Antivirus dan Sakura Truss Avico. Nexalume Antivirus merupakan bahan baku baja ringan yang dilapisi cairan anti virus dengan coating tiga kali menggunakan nano coating. Bahan baku ini nantinya bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti meja peralatan medis hingga untuk transportasi umum yang rawan dihinggapi dan menjadi tempat berkembang biaknya virus.

Sementara Sakura Truss Avico merupakan rangka atap baja ringan yang juga sudah dilapisi cairan anti virus. Rangka atap baja ringan anti virus ini diharapkan bisa melindungi masyarakat dari virus maupun bakteri yang bisa berkembang dan ditularkann dari binatang yang hidup di atap rumah seperti tikus, aneka serangga, dan sebagainya.

Permukaan produk yang sudah dilapisi anti virus ini diklaim bisa mengurangi inhabitan rate atau tempat virus berkembang mencapai 99,91 persen. Ini artinya, virus yang menempel pada permukaan ini bukannya lantas mati tapi akan membuat virus tidak bisa berkembang biak. Stephanus juga menyebut inovasi ini juga diterapkan di Cina saat wabah SARS tahun 2002-2004 lalu yang digunakan di banyak transportasi umum dan produk lainnya.

Untuk lapisan anti virus pada permukaan produk Tatalogam ini disebut akan bisa bertahan 5-10 tahun tergantung keadaan lingkungan. Pada kondisi ekstrim, lapisan bisa bertahan selama lima tahun dan tidak perlu perawatan.

“Kami mengaplikasikan produk  ini dengan mesin pelapisan CGL sehingga bisa diproduksi lebih cepat dan lebih banyak dengan kapasitas mencapai 18 ribu ton per bulan. Ini merupakann inovasi dan sumbangsih kami untuk ikut memerangi wabah ini sehingga kita bisa merasa lebih nyaman dengan produk yang memiliki antisipasi terhadap perkembangan virus dan bakteri,” beber Stephanus.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #190 Edisi Juni 2020