HousingEstate, Jakarta - Menteri BUMN Erick Tohir kembali merombak jajaran direksi perusahaan BUMN. Kali ini giliran perusahaan BUMN bidang perumahan. Budi Saddewa Soediro diangkat menjadi Direktur Utama Perumnas menggantikan Bambang Tri Wibowo, efektif per tanggal 6 Mei 2020. Budi sebelumnya menjadi presiden komisaris dan komisaris masing-masing di dua anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. yaitu PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Commuter Properti. Selain Budi, Oni Febriarto Raharjo yang sebelumnya Direktur Bank BTN juga diangkat menjadi Wakil Direktur Utama.

Menakhodai perusahaan pengembang sekelas Perumnas yang sudah eksis sejak tahun 1974, Budi menyiapkan berbagai langkah untuk bisa memacu kinerja perusahaan. Terlebih setelah peringkat Perumnas naik dari  idCCC menjadi idBBB yang dikeluarkan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

“Kami telah mengkaji beberapa alternatif strategi untuk mengakselerasi kondisi keuangan Perumnas menjadi lebih baik lagi. Salah satunya efisiensi operasional, perbaikan proses bisnis, hingga beberapa bucket strategi yang sudah kami siapkan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (2/6).

Lebih konkrit lagi, strategi yang akan diterapkan antara lain strategi turn key kepada para kontraktor. Seluruh pembayaran konstruksi kepada pihak kontraktor akan dilakukan saat proyek sudah selesai sehingga hal ini bisa menyehatkan cash flow perusahaan. Perumnas juga akan fokus menggarap proyek rumah tapak (landed house) khususnya untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Setidaknya ada empat proyek landed house yang menjadi andalan Perumnas yaitu Perumnas Parayasa Bogor, Perumnas Dramaga Bogor, Perumnas Pasadana Bandung, dan Perumnas Campaka Purwakarta. Keempat proyek ini memiliki total unit mencapai 9.500 unit dan telah menjadi backbone Perumnas dengan pengerjaan hingga tahun 2027 mendatang.

Saat ini Perumnas tengah menggarap 56 proyek di berbagai kota Indonesia dan sekitar 48 proyek merupakan landed house. Strategi lainnya yaitu Perumnas akan menggenjot penjualan bulk  sales dengan membidik segmen pasar BUMN sekaligus untuk meningkatkan sinergitas perusahaan BUMN.

“Kami masih sangat confident menatap bisnis properti  ke depan terlebih pemerintah telah memberikan dana talangan sebesar Rp650 miliar yang akan menjadi amunisi kami untuk menjalankan bisnis. Kami juga tengah menggodok konsep kerja sama dengan pihak swasta yang dinamakan club deal untuk mempercepat penyerapan produk-produk Perumnas,” beber Budi.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020