HousingEstate, Jakarta - Signify, produsen lampu dahulu bernama Philips, bersama dengan Laboratorium Nasional untuk Penyakit Infeksi Emerging (NEIDL)[1] di Universitas Boston, Amerika Serikat, telah melakukan penelitian yang memvalidasi efektivitas lampu UV-C milik Signify dalam menonaktifkan SARS-COV-2, virus penyebab COVID-19. Signify telah menyediakan lampu UV-C dan telah mengembangkan teknologi UV selama lebih dari 35 tahun. Perusahaan memiliki rekam jejak yang terbukti dalam inovasi pencahayaan UV-C, yang dirancang, diproduksi, dan dipasang sesuai dengan standar keamanan yang tinggi.

Sejak awal mula pandemi SARS-COV-2, Dr. Anthony Griffiths, Profesor Rekanan Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, beserta timnya terus bekerja mengembangkan alat untuk mendukung kemajuan ilmiah di bidang ini. Selama masa penelitian, mereka telah mengujicoba material yang diinokulasi dengan radiasi UV-C dari lampu Signify dalam dosis berbeda, kemudian dinilai kapasitas inaktivasinya dalam berbagai kondisi.  “Hasil tes kami menunjukkan bahwa radiasi UV-C di atas dosis spesifik dapat melumpuhkan virus secara menyeluruh: hanya dalam hitungan detik, kami sudah tidak lagi dapat mendeteksi adanya virus,” kata Dr. Anthony Griffiths.

Signify tidak akan menyimpan dan menggunakannya secara eksklusif, namun menyediakan teknologi ini secara luas bagi perusahaan pencahayaan lainnya. Untuk melayani kebutuhan desinfeksi yang terus bertumbuh, kapasitas produksi juga akan dilipatgandakan dalam beberapa bulan mendatang. “Universitas Boston telah memvalidasi efektivitas cahaya lampu kami sebagai langkah pencegahan bagi banyak perusahaan dan institusi ketika mereka sedang mencari cara untuk menyediakan lingkungan bebas virus,” ujar Eric Rondolat, CEO Signify dalam siaran media yang diterima HousingEstate (19/6).

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #190 Edisi Juni 2020