HousingEstate, Jakarta - Pengembang PT Intiland Development Tbk masih mencatatkan kinerja perusahaan yang baik di tengah wabah Covid-19. Sampai akhir kuartal pertama tahun ini, Intiland mencatatkan pendapatan usahanya sebesar Rp830,6 miliar, atau turun sebesar 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp887,6 miliar.

Menurut Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, penurunan ini antara lain disebabkan turunnya pendapatan dari property mixed use dan highrise. Pendapatan Intiland ditopang dari produk landed house, khususnya dari tiga perumahan: Graha Natura Surabaya, Talaga Bestari Tangerang, dan Serenia Hills Jakarta.

“Atas pencapaian itu Perseoran berencana tahun ini belum membagikan dividen . Laba resih yang diperoleh tahun 2019 sebesar Rp249,4 miliar digunakan sebagai laba ditahan dan sisanya Rp2 miliar sebagai cadangan wajib. ,” ujarnya saat acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, pekan ini.

Archied menyebut, situasi bisnis properti yang berat ini masih akan berlangsung selama sisa tahun 2020 ini. Karena itu Intiland masih akan berkonsentrasi untuk memasarkan produk-produk eksisting khususnya pengembangan klaster-klaster baru di perumahan untuk kalangan pengguna (end user) yang masih tinggi peminatnya.

“Sebagai tambahan, kami juga masih meraih pendapatan derivatif senilai Rp124,1 miliar. Yang pasti tantangan ke depan masih cukup berat tapi kami yakin kebutuhan akan produk properti masih sangat besar makanya kami akan menerapkan strategi konservatif dengan meningkatkan kinerja penjualan dari inventori atau stok produk di proyek-proyek berjalan khususnya perumahan dan apartemen,” imbuhnya.