HousingEstate, Jakarta - Pandemi covid-19 selain membuat bisnis properti makin tertekan juga memunculkan  kebutuhan properti segmen pasar tertentu, khususnya untuk segmen pengguna (end user). Atas keyakinan itu Harita Group meluncurkan proyek The Sanctuary Collection (25 ha) di dalam kawasan township Sentul City (3.200 ha), Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat, cukup justru di saat  pandemi ini.

Proyek perumahan kelas menengah-atas ini hasil joint venture (JV) tiga pengembang, yaitu PT Cipta Harmoni Lestari  dengan dua perusahaan Singapura Perennial Real Estate Holdings Limited dan CNQC dengan share 40:40:20.

Menurut Andreas Audyanto, Chief Operating Office (COO) The Sanctuary Collection, proyek ini menyasar  kalangan end user dengan memberikan produk  yang memerhatikan detil spesifikasi bahan bangunan, penataan layout, penyediaan fasilitas, dan hal lainnya yang bisa dirasakan langsung oleh konsumen terkait kenyamanan.

“Pandemi ini memunculkan segmen konsumen yang membutuhkan produk seperti yang kami tawarkan ini. Umumnya orang membeli rumah yang seharga Rp2 miliaran sekalipun pasti akan melakukan renovasi kecil yang rata-rata biayanya mencapai Rp400 juta. Di sini konsumen bisa langsung melihat material yang digunakan, layout, dan lainnya dari real unit yang kami siapkan, jadi rumahnya pasti bisa langsung dihuni tanpa perlu renovasi lagi,” ujarnya kepada housingestate.id saat pembukaan gallery marketing dan empat tipe rumah contoh, Sabtu (18/7).

The Sanctuary Collection tengah mengembangkan klaster pertama, Tanglin Parc (5,5 ha) dengan jumlah rumah sebanyak 189 unit. Ada empat tipe rumah dua lantai yang ditawarkan, yaitu 122,5/91, 125/91, 176/120, dan 225/150  harga Rp1,9 miliar-Rp3,6 miliar (sudah termasuk PPN). Tipe terkecil sudah mencakup empat kamar tidur dan semuanya memiliki kamar mandi di dalam dan top table dapur dengan tipe island.

Pembukaan gallery marketing dan unit contoh rumah juga bersamaan dengan fasilitas club house. Targetnya, sebanyak 189 unit di klaster pertama ini bisa habis terjual hingga akhir tahun ini sehingga awal tahun depan akan langsung dibuka klaster kedua. Saat acara pembukaan gallery marketing hingga siang hari sudah terjual sebanyak 25 unit.

Proyek ini menggandeng konsultan dan kontraktor ternama. Misalnya untuk konstruksi dikerjakan oleh Aecom, desain arsitektur oleh DP Achitects, lansekap Townland, KKS Group, Meinhardt, PDW, Forefront, dan lainnya yang akan membuat kawasan ini menjadi tempat yang nyaman sebagai sebuah hunian.

Berbagai bank juga sudah bergabung seperti Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI Syariah, dan sebagainya. Setiap bank memberikan berbagai kemudahan seperti uang muka ringan, bunga KPR rendah, hingga tenor KPR panjang.

“Jadi kita banyak belajar saat pandemic ini. Properti itu tidak bisa lagi mengalami kenaikan big bang seperti dulu, kita belajar dari situasi-situasi itu, makanya jualan juga soft selling, perkuat di konsepnya, dan menunjukkan progres karena konsumen sekarang lebih suka proyek yang terlihat progresnya. Sejauh ini langkah kami sudah tepat dengan kebanyakan konsumen dari ring satu kawasan Sentul dan sedikit dari Jakarta maupun Kota Bogor yang mau menghuni dengan melihat potensi kawasan Sentul yang sangat baik,” tambahnya.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020