HousingEstate, Jakarta - Mengajukan aplikasi permohonan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi kaum milenial kadang susah-susah gampang. Sebagian aplikasi dengan mudah disetujui bank, sebagian lagi ditolak tanpa alasan yang bisa mereka pahami.

Agar aplikasi KPR-mu disetujui bank, Direktur Bisnis Konsumen Bank BNI Corina Leyla Karnalies memberikan beberapa tips, diperkaya kiat-kiat dari sumber lain. Corina menyampaikan tips itu dalam acara Media Update & Appreciation Day BNI 2020 di Jakarta, Kamis (23/7/2020), berkaitan dengan penyelenggaraan pameran online BNI Griya (KPR BNI) Expo di Jakarta, 17 Juli-17 Agustus 2020. Pameran menawarkan banyak insentif yang memudahkan kaum milenial memiliki rumah sendiri.

Pertama, pilih bank yang berpengalaman menyalurkan KPR supaya kamu tetap nyaman membayar cicilan. Ini penting mengingat KPR adalah kredit jangka panjang, hingga 30 tahun. Jadi, relasi antara debitur dan bank juga akan lama. Kalau tidak nyaman, KPR yang diambil bisa membuat stres.

Kedua, jangan mengacu pada bunga promo saat menghitung besar cicilan, karena bunga promo hanya berlaku selama beberapa tahun pertama. Setelah itu bunga KPR berfluktuasi mengikuti perkembangan bunga pasar. Berkaitan dengan itu, sejak awal hitung cicilan menurut bunga pasar efektif floating, bukan bunga promo. Bunga promo harus dianggap sebagai peluang untuk ngaso sementara setelah terkuras membayar depe dan biaya-biaya KPR.

Ketiga, pastikan sekitar 30 persen penghasilan memang bisa disisihkan untuk membayar angsuran menurut bunga pasar itu. Untuk itu, jujurlah menyampaikan data penghasilan kepada bank. Jangan me-mark up penghasilan hanya supaya bisa mendapatkan KPR dengan nilai yang diinginkan. Bila 30 persen penghasilan tidak mencukupi untuk mencicil kredit rumah yang dipilih, tidak usah sungkan mengalihkan pilihan ke rumah yang lebih kecil dan lebih rendah harganya.

Keempat, bila kesulitan memenuhi persyaratan uang muka yang diminta bank, cari bank yang mau memberikan persyaratan uang muka yang kecil. Untuk rumah pertama tipe 70 ke bawah, Bank Indonesia (BI) bahkan membolehkan bank menawarkan KPR tanpa uang muka. Tapi, ingat, makin kecil uang muka, kian besar angsuran yang harus dibayar tiap bulan. Bila tidak memungkinkan mendapatkan uang muka ringan, cari rumah yang menawarkan depe bisa diangsur hingga misalnya, 12-18 bulan. Sekarang banyak pengembang ternama yang menawarkannya.

Kelima, selain untuk uang muka rumah, siapkan juga dana untuk membayar biaya-biaya KPR termasuk asuransi. “Nilainya sekitar 3-5 persen dari nilai kredit yang disetujui bank,” kata Corina.

Keenam, usahakan memilih KPR yang pembayaran cicilannya bisa fleksibel. Misalnya, selama beberapa tahun pertama debitur bisa membayar cicilan bunga atau pokok utang saja, atau angsuran bisa disesuaikan dengan penghasilan. Jadi, kamu bisa menarik nafas dulu setelah keuangannya terkuras untuk membayar depe dan biaya KPR, dan tetap bisa bisa memenuhi gaya hidupmu meskipun sudah mengambil kredit rumah.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020