HousingEstate, Jakarta - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Properti Hendro Gondokusumo, menyayangkan pemerintah seperti tidak menganggap sektor properti penting karena menilai sektor ini hanya untuk orang kaya sehingga tidak perlu diurusi secara serius. Ditambah porsi produk domestik bruto (PDB) untuk sektor properti juga dianggap masih sangat kecil, hanya 2,7 persen.

“Kenyataannya, 90 persen perusahaan properti itu termasuk usaha kecil-menengah (UKM) bahkan yang besar saja dalam aktivitas bisnisnya pasti akan mensub-kan ke perusahaan lain yang UKM. Padahal saat pandemi ini semua negara susah dan properti yang bisa menggerakkan perekonomian dengan industri turunannya yang mencapai 170-an,” ujarnya dalam acara Webinar mengenai Indonesia in Transition-Transformation of the Property Sector Post-Pandemic and Projections for 2021, Rabu (29/7).

CEO PT Intiland Development Tbk itu juga mengatakan, dibandingkan Singapura yang porsi PDB untuk sektor porpertinya telah mencapai 20 persen, mayoritas properti di sana menggunakan material impor sementara di Indonesia bisa dikatakan 100 persen lokal baik tenaga kerja maupun penggunaan material bahan bangunannya.

Di sinilah pentingnya untuk mendorong dan memberikan iklim usaha yang bagus untuk sektor ini terlebih di saat situasi pandemi. Kadin sendiri telah beberapa kali memberikan masukan kepada pemerintah betapa strategisnya sektor properti dan saat pandemi ini justru bisa menjadi penggerak perekonomian.

“Properti juga bisnis yang unik karena sesama perusahaan developer justru bisa saling mengisi dengan kolaborasi bukan malah bersaing seperti industri yang lain. Jadi ayo semua pihak kerja keras dan tanggap untuk bangkit bersama. Bayangkan saja, dengan porsi 2,7 persen saja seperti ini, bagaimana kalau itu bisa berlipat dua atau tiga kali lipatnya, sangat luar biasa,” tandasnya.