HousingEstate, Jakarta - Perusahaan pengembang PT Metropolitan Land Tbk (Metland) berhasil mencatatkan kinerja perusahaan dengan tumbuh tipis sebesar 1,09 persen untuk kinerja tahun 2019 dibandingkan periode 2018. Metland berhasil mencatatkan laba bersih yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp487 miliar.

Menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan Metland Olivia Surodjo, setiap tahun perusahaan selalu berupaya untuk memberikan dividen jika kinerja perusahaan postitif. “Kami juga mengalokasikan dana untuk dana cadangan sebesar Rp2 miliar dan sisanya sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perusahaan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan Senin (10/8).

Saat acara rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) akhir pekan lalu, disetujui sekitar 10 persen dari laba atau sebesar Rp6,30 per lembar saham dibagikan sebagai dividen tunai kepada 7.655.126.330 pemegang saham sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Presiden Direktur Metland Thomas J. Angfendy mengatakan, perusahaannya masih bisa mencatatkan kenaikan laba tipis sebesar 1,09 persen yang menandakan perusahaan bisa melalui kondisi pasar properti yang berat pada tahun 2019 lalu. Nilai aset perusahaan pada tahun itu juga bisa tumbuh 17,59 persen menjadi Rp6,1 triliun.

“Ekuitas perusahaan juga meningkat sebesar 11,95 persen menjadi Rp3,85 triliun sehingga total nilai pendapatan perusahaan selama tahun 2019 itu sebesar Rp1,4 triliun atau meningkat 1,81 persen dibandingkan pendapatan tahun 2018 sebesar Rp1,38 triliun. Peningkatan ini dari penjualan properti sebesar Rp881 miliar atau naik 1,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp868 miliar,” katanya.

Adapun porsi pencapaian itu didapat dari proyek The Riviera At Puri, Metland Cibitung, dan Metland Cileungsi. Kontribusi dari penjualan properti residensial dan strata title mencapai 63 persen, dari pendapatan sewa pusat perbelanjaan 26 persen, pengoperasian hotel 8 persen, dan pengoperasian pusat rekreasi dan pendapatan lainnya 3 persen.

Sepanjang tahun 2019 itu Metland mengembangkan beberapa proyek strategis seperti peluncuran rumah tapak Wisteria fase satu yang bekerja sama dengan Keppel Land Ltd. Wisteria merupakan proyek kerja sama kedua dengan Keppel Land Ltd setelah proyek The Riviera At Puri. Selain itu Metland Puri juga meluncurkan Cluster Clematis pada akhir tahun lalu yang direspon sangat baik.

Untuk proyek strata title, Metland telah menyelesaikan pembangunan Tower Aster-Kaliana Apartement di Metland Transyogi dan telah melakukan proses serah terima kepada konsumen pada akhir tahun lalu. Untuk proyek komersial, melalui anak perusahaan PT Sumber Tata Lestari, telah dilakukan groundbreaking untuk Hotel Horison Ultima Kertajati di Kabupaten Jatibarang, Majalengka, Jawa Barat. Hotel bintang empat ini untuk memenuhi kebutuhan akomodasi penumpang di bandara baru tersebut.

 

Strategi 2020

Penerapan new normal terkait pandemi Covid-19 membuat Metland meluncurkan berbagai promo untuk lebih menarik minat pasar. Beberapa kemudahan yang diberikan antara lain diskon hingga Rp500 juta-an termasuk pembebasan biaya-biaya seperti KPR, BPHTB, AJB, dan lainnya hingga hadiah langsung seperti kitchen set, AC, logam mulia, dan voucher belanja hingga Rp10 juta.

Program ini diikuti oleh seluruh proyek Metland seperti Meteland Menteng, Metland Puri, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Tambun, Metland Cibitung, Metland Cyber, City, M Gold Tower, dan Kaliana Apartement. Berbagai produk yang disediakan mulai rumah ready stock, indent, unit apartemen, kaveling, dan ruko.

Terkait kendala sebagai dampak dari pandemi Covid-19, menurut Thomas, hal itu harus disikapi dengan senantiasa melakukan berbagai inovasi, promosi, memperkuat strategi pemasaran digital, hingga memberikan stimulus tambahan supaya bisa menumbuhkan kembali daya beli masyarakat.

“Hingga bulan Juni 2020, kami bisa  meraih pendapatan sebesar Rp390 miliar yaitu Rp214 miliar dari penjualan properti dan Rp176 miliar dari pendapatan berulang (recurring income). Dari capaian ini kami bisa meraih laba bersih sebesar Rp88 miliar sementara total marketing sales yang berhasil diraih hingga Juni mencapai Rp540 miliar,” bebernya.