HousingEstate, Jakarta - Pandemi Covid-19 memaksa para pengembang terus bersiasat agar tetap bisa berjualan. Paramount Land misalnya, saat pandemi ini  meningkatkan porsi peluncuran produk property komersial di Paramount Serpong, kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten.

Menurut  Associate Director Paramount Land M. Nawawi (Awi), sepanjang tahun 2020 atau sejak mulai terjadinya pandemi, Paramount Land sudah meluncurkan dua produk, masing-masing satu komersial dan satu residensial.

“Kami meluncurkan produk komersial Arcadia Grande dan residensial Nara Village masing-masing sekitar 130 unit saat dan semuanya  terserap pasar. Karea kedua produk tersebut memang dibutuhkan pasar,” ujarnya saat peluncuran pusat kuliner baru Ku.Loka@FoodTerra di Gading Serpong, Jumat (21/8).

Ada beberapa penekanan tertentu terkait produk yang diluncurkan saat pandemi ini. Untuk produk komersial misalnya, harus diberikan jaminan keramaian sebagai captive market, sementara untuk produk residensial konsep maupun sarana di sekitarnya harus sudah bisa memenuhi lifestyle calon penghuninya.

Peluncuran kawasan kuliner Ku.Loka@FoodTerra menjadi salah satu perwujudan menciptakan keramaian itu. Ku.Loka atau Kuliner Lokal Kita, menghadirkan 33 tenant brand kuliner legendaris di kawasan Arcadia Grande.

Ku.Loka@FoodTerra bekerja sama dengan PT Samsaka Lestari Rasa (JIISCOMM) untuk menciptakan destinasi kuliner dengan suasana yang nyaman dan bergaya modern untuk mengambil pasar kalangan muda di Gading Serpong dan sekitarnya.

Sementara itu untuk produk residensial, Paramount Land justru menyasar segmen konsumen yang lebih tinggi dengan menghadirkan produk hunian seharga rata-rata Rp2 miliaran. Sejauh ini produk yang diperkenalkan secara online  mulai product knowledge, booking, hingga pemilihan unit sukses diterima pasar.

Penekanan lainnya untuk residensial adalah faktor keamanan dan kesehatan sebagai antisipasi wabah Covid-19. Konsep rumah yang sehat dengan memasukkan unsur alam ke dalam rumah lebih diperkuat supaya memastikan rumah bisa diaplikasikan dengan protokol Covid-19. Sistem pemasarannya juga lebih fokus dengan menawarkan kepada kalangan yang sudah mengenal produk Paramount Land dan konsumen yang tertarik akan dijemput untuk melihat show unit maupun kawasannya dengan penerapan protokol Covid-19.

“Secara umum porsi produk kami masih lebih banyak residensial,  mencapai 60 persen. Tapi untuk tahun ini porsi komersial akan lebih ditingkatkan. Setelah Arcadia Grande  dalam waktu dekat kami akan meluncurkan produk komersial Pisa Grande. Pandemi memang membuat penjualan sempat drop, tapi masuk periode bulan Juli mulai meningkat lagi dan kami masih bisa meraih 60 persen dari target penjualan tahun ini yaitu sebesar Rp2 triliunan,” beber Awi.