HousingEstate, Jakarta - Desinfeksi memainkan peran penting dalam membantu mencegah penyebaran penyakit-penyakit yang disebabkan oleh mikro-organisme mulai dari influenza, tuberculosis, hingga COVID-19 saat ini. Rekayasa teknologi pencahayaan Ultraviolet-C (UV-C) kini semakin banyak digunakan sebagai salah satu pilihan desinfeksi non-kimia yang efektif. Aplikasinya mudah dan bisa di berbagai tempat mulai dari rumah, perkantoran, sekolah, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hotel, gym, hingga fasilitas transportasi umum. Sinar UV-C yang berasal dari matahari disaring oleh lapisan ozon sehingga tidak sampai ke permukaan Bumi. Signify (Euronext: LIGHT), salah satu produsen di bidang pencahayaan, menyelenggarakan diskusi virtual bertajuk: “Sinar UV-C: Kawan atau Lawan? Pemanfaatan Teknologi UV-C yang Aman untuk Perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme” yang menghadirkan pembicara ahli di bidang kesehatan masyarakat, biomedical optics, hingga perlindungan konsumen.

Salah satu pembicaranya Dr. rer. nat. Ir. Aulia Nasution, M.Sc., Kepala Laboratorium Rekayasa Fotonika, Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyebutkan bahwa, sinar UV-C, yang berada dalam spektrum cahaya tak kasat mata, memiliki potensi untuk mengatasi penyebaran COVID-19. Penggunaan sinar UV-C bisa juga berbahaya jika mengenai tubuh manusia secara langsung. “Jika terpapar langsung, sinar UV-C dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan, menyebabkan iritasi kulit seperti ruam, sensasi terbakar, tumor, hingga memicu kanker, sementara pada mata bisa menyebabkan katarak,” ujar Dr. rer. nat. Ir. Aulia Nasution, M.Sc. dalam Diskusi Virtual yang diselenggarakan Signify (26/8). Selama pengguna berhati-hati agar tidak terkena paparan langsung, penggunaan UV-C tidak menimbulkan masalah kesehatan. Ruangan, permukaan maupun benda yang didesinfeksi dengan sinar UV-C juga dapat langsung digunakan setelah lampu UV-C dimatikan atau tidak beroperasi.

Teknologi UV-C yang banyak dipasarkan sebagai produk germicidal atau pembunuh kuman berada pada gelombang 254nm, rentang gelombang yang efektif untuk membunuh mikro-organisme. Mekanisme de-aktivasi mikro-organisme adalah sebagai berikut: ketika sinar UV-C itu diserap secara maksimum oleh jaringan sel, ia akan memutus rantai DNA dari sel tersebut sehingga sel gagal melakukan replikasi. Akibatnya sel tersebut tidak bisa membelah dan menduplikasikan dirinya, sehingga jumlahnya akan terus berkurang. Secara umum teknologi UV-C bisa digunakan untuk mendesinfeksi udara dan permukaan dalam ruangan seperti dinding, lantai, meja kerja, dan benda. Namun agar efektif, penggunaan sinar UV-C ini harus dalam dosis yang tepat. Penentuan banyak cahaya (iradiansi yang diterima permukaan yang akan disinari), jarak sumber cahaya dengan obyek penyinaran dan lama penyinaran.

Signify diantaranya sudah mengembangkan produk Philips UV-C disinfectant Desklamp yang bisa digunakan untuk rumah tinggal. Produknya dikemas ramping dengan warna-warni rumah lampu yang menarik.