HousingEstate, Jakarta - Era pandemi Covid-10 yang kini sudah memasuki phase new normal adalah momentum yang tepat untuk membeli apartemen, rumah dan subproperti lainnya. Supaya properti yang dibeli terhindar dari gagal dibangun serta memberikan hasil investasi yang maksimal, disarankan belilah apartemen yang sebagian besar konsumennya end user.

JIka membeli properti yang sebagian besar konsumennya investor, probabilita menjadi apartemen yang mangkrak atau gagal dibangun sangat tinggi. Sudah banyak contoh apartemen yang akhirnya jadi mangkrak seperti di Lenteng Agung, Jl. Antasari dan Bogor. “Kalau beli apartemen yang sebagian besar konsumennya investor dipastikan akan menjadi bom waktu,” ujar Thomas Go, Chief Executive Officer (CEO) PT AKR Land Development, developer superblok AKR West Gallery di Jl. Panjang, Jakarta Barat di acara Webinar dengan tema Strategi Sukses Investasi Properti di Era Pandemi akhir pekan lalu. Selain Thomas, ada dua pembicara lain yakni Ankur Jain, Head of Corporate Finance PT AKR Corporindo,Tbk dan Ketua DPC Asosiasi Real Estate Broker (Arebi) Jakarta Barat Tommy Tanuwidjaja
.

Kriteria lain, menurut Thomas, belilah apartemen atau rumah yang terletak di kawasan Sun Rise Property yakni jumlah orang yang masuk lebih tinggi dari pada yang keluar, developernya memiliki rekam jejak yang bagus serta ditunjang oleh beragam bisnis lain yang sehat, memiliki fasilitas yang lengkap baik di dalam kawasan properti itu sendiri maupun di lingkungan sekitar serta memiliki future development atau infrastruktur yang bagus misalnya terletak di jalan yang hidup, dekat dengan jalan tol dan dilewati transportasi publik. “Kemudian capital rate-nya minimal 7 persen setahun. Kalau di bawah 7 persen, lebih baik disimpan di deposito,” tambah Thomas.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD Arebi Jakarta Barat, Tommy Tanuwidjaja mengemukakan di era pandemi ini bukanlah momentum yang tepat bagi investor untuk menjual properti. Di era pandemi ini banyak investor properti yang galau, sementara era pandemi tidak ada yang tahu kapan berakhir. “Era pandemi ini adalah momentum yang tepat untuk membeli properti apalagi developer gencar menawarkan diskon yang besar, cara bayar yang ringan, dan konsumen berkesempatan memperoleh suku bunga KPR/KPA yang sangat kompetitif” tambah Tommy.

Dia menyarankan jika mau beli properti terutama apartemen di era pandemi ini belilah yang sudah ready sehingga langsung bisa dihuni atau langsung menerima uang sewa jika disewakan. “Sebab tingkat ketidak pastian membangun apalagi serah- terima unit dari developer kepada konsumen sangat tingggi,” tuturnya.

Memenuhi kriteria
Saat ini PT AKR Land Development masih memasarkan puluhan unit apartemen AKR Gallery West Residences . Menawarkan empat tipe yang terdiri tipe studio suite 52,4 m2 semi gross (SG), tipe 1 bedroom (BR) dengan luas mulai 44,6 sampai dengan 52 m2 SG, tipe 2 BR 56,3 hingga 108 m2, dan tipe terbesar 3 BR 115 hingga 128 m2 SG dengan harga mulai Rp1,3 miliar hingga Rp5 miliar.

Menurut Thomas, apartemen single tower ini memenuhi kriteria baik bagi yang bertujuan untuk dihuni sendiri apalagi untuk investasi. Lokasinya terletak di jalan arteri yang sangat hidup yang menghubungkan antara Jakarta Barat dengan Jakarta Selatan, kemudian hanya beberapa ratus meter dari gerbang tol Kebon Jeruk serta dilewati oleh transportasi publik Trans Jakarta. Kemudian dikelilingi oleh sejumlah perumahyan elit sepeprti Permata Hijau, Sunrise Garden, Green Garden, dan Intercon. Kemudian 80 persen konsumennya adalah end user sehingga capital gain-nya tinggi karena unit yang dibeli end user jarang yang menjualnya kembali.

Fasilitasnya juga komplit seperti kolam renang, sejumlah bank seperti Bank Mandiri, Citibank, Bank CIMB Niaga, Bank Permata, dan Bank HSBC. Kalau mau ngopi tinggal turun ke area retail AKR Tower ada Starbuck, dan Pappa Jack Resto, mau belanja kebutuhan sehari- hari ada Family Mart Supermarket, jika hendak fitness dan berenang ada di roof top gedung parkir. “Apartemen kami adalah hunian yang nyaman untuk Work From Home (WFH) maupun Study From Home (SFH),” tambah Thomas.

fasilitas di lingkungan sekitar sudah lengkap. Untuk sekolah dan jenjang perguruan tinggi misalnya, di lingkungan sekitar ada Bina Bangsa School, Tunas Muda International School, Ipeka International School, Ipeka Puri, Universitas Bina Nusantara, Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, dll. Untuk sarana kesehatan ada Siloam Hospital, Jakarta Eye School, Graha Kedoya Hospital, dan RS Pondok Indah.