HousingEstate, Jakarta - Untuk terus memperbesar penyaluran kredit pembiayaan perumahan, Bank BTN menyasar kalangan TNI-Polri yang anggotanya sangat besar dengan meluncurkan produk KPR Patriot.

Menurut Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar (Yanti), ada potensi sangat besar dari kalangan TNI-Polri. Pada saat bertugas TNI-Polri selalu mendapatkan rumah dinas, sehingga banyak kasus saat purna tugas (pensiun) belum punya rumah.   “Nah, supaya mereka saat pensiun punya rumah Bank BTN  menawarkan KPR Patriot, KPR khusus untuk anggota TNI-Polri,” ujarnya kepada housingestate.id di Jakarta, Rabu (23/9).

Bank BTN memberikan program yang menarik, berupa bunga khusus sebesar 7 persen fixed lima tahun. Setelah lima tahun berlaku bunga pasar, tapi dirancang tidak  langsung loncat tinggi tapi naik bertahap hingga tahun angsuran ke-10 dipastikan bunganya tetap single digit.

Tenor yang diberlakukan untuk KPR Patriot ini juga sangat panjang sampai 30 tahun dengan berbagai kemudahan. Diantaranya, uang muka ringan hanya satu persen,  biaya proses proses KPR dan provisi hanya 0,25 persen dari plafon kredit, biaya administrasi Rp500 ribu, dan gratis biaya asuransi jiwa dan kebakaran. Seluruh kemudahan ini bisa didapatkan selama masa kerja sudah mencapai satu tahun dan payroll-nya di Bank BTN.

Bank BTN juga tidak membatasi harga jual rumah selama sesuai dengan nilai taksasinya dan repayment capacity mencapai 70 persen. Gambarannya begini, bila harga rumah Rp350 juta maka uang mukanya cukup Rp3,5 juta. Cicilannya untuk lima tahun pertama Rp2,47 juta/bulan dan bila bunga komersial 10 persen cicilannya menjadi Rp3 juta/bulan.

Yanti menyebut program KPR ini seperti program KPR biasa hanya diberikan berbagai kekhususan untuk kemudahan kalangan TNI-Polri. Misalnya untuk anggota yang telah memiliki rumah, bisa mengajukan top up  untuk mendapatkan dana dengan agunan rumahnya. Bunganya 9,75 persen fixed tiga tahun.

“Saat ini kami masih terus melakukan pendekatan dengan berbagai kesatuan karena yang besar itu anggota Polri dan Angkatan Darat. Yang pasti semua kepala angkatan menyambut positif dengan program yang kami adakan ini karena rata-rata anggotanya memang belum punya rumah. Kami menargetkan bisa meraih kredit baru sebesar Rp500 miliar hingga akhir tahun ini khusus dari KPR Patriot,” pungkasnya.