HousingEstate, Jakarta - Pelemahan bisnis properti sejak beberapa tahun lalu ditambah adanya pandemi Covid-19 makin memukul industri properti belakangan ini. Padahal sebelum terjadi pandemic mulai Maret lalu,  mulai akhir 2019 hingga awal 2020, bisnis properti sudah menunjukkan tren positif.

Pelemahan bisnis property yang teramat sangat ini mendorong para pengembang harus ekstra bersiasat dan menyusun berbagai strategi. Misalnya, melakukan inovasi produk, memberikan skema pembayaran yang menarik, atau mengombinasikan keduanya, supaya produknya bisa  terserap pasar. Promo uang muka sangat ringan, misalnya konsumen cukup bayar Rp1,5 juta sudah mencakup semua biaya, akan sangat membantu pemasaran.

Upaya lain yang dapat dilakukan adalah menyusun trik-trik penjualan yang fokus pada segmen pasar yang berpenghasilan lebih terjamin saat pandemic seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan BUMN-BUMD, dan TNI-Polri.

Berbagai upaya itulah antara lain yang menurut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Provinsi Banten Roni Hardiyanto membuat sejumlah pengembang di wilayahnya masih mencatatkan transaksi yang baik, bahkan  bisa dibilang luar biasa bila dikaitkan dengan situasi pandemi ini.

Lebih lanjut ia menceritakan proyek yang dikembangkan, yaitu Harmony Residence Serang, transaksinya  masih lumayan. “Kami masih bisa mengakadkan (KPR) belasan unit per bulan,” katanya.

Ia menyarankan kepada para developer anggotanya agar  dalam menjalankan bisnisnya sekarang bukan profit yang diutamakan tapi perputaran cashflow. “Jadi untuk sementara strateginya  memangkas margin keuntungan,” tegasnya.         

Untungnya juga, situasi sulit ini dialami pula oleh seluruh stakeholder sehingga bisa bersama-sama membangun kesadaran untuk membangkitkan aktivitas bisnisnya. Contoh kalangan perbankan. Mereka belakangan makin gencar memberikan  promo dan kemudahan sehingga bisa menggairahkan pasar.

Bank BTN misalnya,  untuk mengangkat pasar perumahan komersial memberikan skim depe ringan dan bunga fixed panjang. Begitu juga bank-bank lain seperti Bank Mandiri, CIMB Niaga, Bank BCA, Bank BNI, dan lainnya, semua mengeluarkan program-program yang sama menariknya. “Berkat dukungan perbankan itu penjualan rumah komersial di Banten semakin baik,” katanya.

Menurutnya, hal lain yang tidak kalah penting agar selamat dari jebakan maut ini adalah membangun culture atau budaya perusahaan yang selalu bergerak untuk melakukan perbaikan. Ia mencontohkan  pengembang besar seperti BSD City yang memiliki budaya melakukan perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement), makanya sekarang tetap bisa sukses meluncurkan tujuh klaster baru.