HousingEstate, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat kalangan pengembang harus ekstra bersiasat untuk tetap bisa membukukan penjualan. Pengembang PT Prioritas Land Indonesia (PLI) misalnya, mengeluarkan skema menarik untuk bisa memiliki unit Apartemen Majestic Point Serpong (MPS) yang dikembangkannya.

MPS berlokasi di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten, yang dibangun di atas lahan seluas 8.000 m2. Ada dua tower, Tower A 351 unit yang sudah hampir selesai dan telah mulai dihuni dan Tower B 601 unit dengan penjualan telah mencapai 85 persen dan juga akan mulai diserahterimakan pada akhir bulan ini. Total investasi dua tower ini mencapai Rp350 miliar.

Menurut Direktur PLI Marcellus Chandra, sejak kita mengalami pandemi pada bulan Maret 2020, hingga bulan Mei pihaknya sama sekali tidak membukukan penjualan. Padahal tahun lalu rata-rata penjualan bisa mencapai belasan unit per bulannya dan pada awal tahun ini menurun menjadi 3-5 unit/bulan.

“Kondisi ini membuat kami harus menciptakan berbagai pola yang menarik karena situasinya memang sangat berat. Kami menciptakan dua opsi pembelian dengan program yang menarik untuk konsumen end user maupun investor pemula yang mau berinvestasi properti dengan modal ringan dan menguntungkan,” ujarnya di sela-sela acara serah terima (hand over) unit MPS, Jumat (9/10). PLI telah melakukan prosesi hand over sejak bulan Agustus lalu untuk sebanyak 70 unit dan akan terus bertambah hingga akhir tahun ini.

Opsi pertama, konsumen cukup membayar Rp15 juta akan bisa langsung mendapatkan unit apartemen full furnished tipe studio (29 m2) seharga Rp590 juta. PLI akan menalangi depe 10 persen dan ditambah biaya akad KPA 5 persen sehingga konsumen bisa langsung akad kredit dengan cicilan Rp4 jutaan/bulan selama 20 tahun.

Opsi kedua, konsumen membayar Rp65 juta dan langsung mendapatkan share unit apartemen dengan sistem lot sekaligus investasi properti yang memeroleh passive income. Satu unit apartemen dibagi menjadi 10 lot dan dijual kepada 10 konsumen. Setiap konsumen akan mendapatkan Akte Pembagian Hak Bersama (APHB).

Hal ini dimungkinkan dan legalitasnya tetap terjamin karena penerbitan APHB ini dilakukann oleh notaris selain APHB ini bisa dijual dan diwariskan karena status kepemilikannya seumur hidup. Setiap pemegang lot hanya mendapatkan AJB dan APHB dari notaris sementara untuk sertifikat hanya dalam bentuk copy dan aslinya dipegang oleh notaris.

Unit yang dimiliki bersama 10 lot ini akan disewakan secara harian yang dikelola oleh Travelio. Pemegang lot akan mendapatkan rental guarantee selama dua tahun pertama sekitar Rp5 jutaan per tahun dan hak inap 36 hari per tahun. Pola ini mengadopsi sistem lot untuk unit hunian di Bali, hanya saja di sana polanya time share karena hanya berlaku selama 25 tahun.

“Pola-pola seperti ini yang kami kreasikan untuk bisa membukukan penjualan. Program ini diluncurkan Agustus lalu dan hingga saat ini sudah terjual sebanyak tujuh unit dengan sistem lot ini. Rp65 juta itu juga bisa dicicil selama 10 kali, jadi benar-benar ringan dan potensi penyewaannya besar karena di sini sudah beroperasi Universitas Indonusa Esa Unggul yang mahasiswanya juga terus bertambah,” beber Marcel.