HousingEstate, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kembali menekankan soal program perumahan yang menjadi salah satu program utama Pemprov DKI Jakarta. Perumahan merupakan salah satu janji  kampanye yang membuat pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno memenangkan kontestasi pilgub tahun 2017 lalu.

Riza yang menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta sejak 15 April 2020 menyebut, sangat memahami kalau masyarakat tidak sabar melihat progres program perumahan untuk mayoritas masyarakat pekerja Jakarta yang saat ini banyak tinggal di pinggiran maupun mengontrak dan kos supaya dekat dengan tempat kerjanya.

“Program perumahan ini sudah masuk dalam RPJM (rencana pembangunan jangka menengah) pemprov, jadi bukannya tidak dikerjakan tapi semua tentu ada tahapannya. Tiap tahun pemerintah bekerja dengan tahapan-tahapan prioritas itu. Untuk program perumahan sendiri Pemprov DKI Jakarta menargetkan akan membangun sebanyak 230 ribu unit,” ujarnya kepada housingestate.id di acara Musyawarah Daerah (Musda) DPD Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) DKI Jakarta, Sabtu (17/10).

Sebanyak 230 ribu unit hunian itu, jelas Riza, merupakann target selama lima tahun periode kepemimpinan Gubernur Anies. Polanya berupa rumah susun sewa (Rusunawa) yang akan dibangun di titik-titik lokasi yang banyak masyarakat pekerja dan dekat dengan sarana stasiun, terminal, maupun sarana transportasi publik.

Beberapa program perumahan juga bukan hanya menyediakan dari sisi suplai tapi juga program untuk meningkatkan keterjangkauan maupun akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan. Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan regulasi untuk memudahkan bantuan kredit bagi masyarakat sehingga bisa lebih mudah mengakses perumahan.

Pemprov DKI Jakarta juga akan memaksimalkan program perumahan dari pemerintah pusat. Hal lainnya lagi yaitu Pemprov DKI sangat aktif menggandeng kalangan pengembang khususnya yang memiliki stok lahan untuk dikembangkan menjadi hunian dengan konsep transit oriented development (TOD).

“Ada potensi yang besar bagi pengembang dan rasanya harga lahan yang mahal di Jakarta bukan menjadi kendala. Tinggal bagaimana pengembang inovatif dengan produknya dan kreatif terkait cara bayar, harga tanah berapapun bisa jadi produk yang baik dan pasti akan terserap juga dan pemprov pasti akan mendukung,” tandasnya.