HousingEstate, Jakarta - Pandemi Covid-19 tidak banyak memengaruhi penjualan perumahan bersubsidi. Buktinya PT Sinar Maju Adiguna (SMA)  masih bisa memasarkan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini mencapai seratusan unit setiap bulannya di Bumi Bantar Panjang (21 ha) Jl Raya Bantar Panjang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Bumi Bantar Panjang diluncurkan saat situasi sudah pandemi yaitu pada bulan Maret 2020 dengan menawarkan rumah tipe 27/60, dua kamar tidur, seharga Rp168 juta.

Menurut Direktur Utama SMA Boy Hendra, pasar yang besar serta lokasi strategis yang ditunjang dengan berbagai fasilitas telah membuat hunian seperti ini banyak dicari. Terbukti, dari tahap pertama seluas 9 ha yang akan dikembangkan sebanyak 918 unit rumah, hingga saat ini penjualannya hampir mencapai 300 unit.

“Pandemi tetap berpengaruh, padahal kalau situasi normal kami sangat yakin produk ini bisa langsung habis sebelum akhir tahun. Beberapa kendala seperti konsumen yang sudah siap akad harus batal karena di-PHK, tapi secara umum progres di proyek ini masih cukup  bagus,” ujarnya kepada housingestate.id, Jumat (23/10).

Sebelumnya, SMA telah sukses mengembangkan Sinar Mutiara Asri juga di Tigaraksa yang sukses menjual rumah sebanyak 160 unit. Kelebihan yang ditawarkan di Bumi Bantar Panjang antara lain, pengembanganya seperti membangun proyek komersial dengan membangun infrastruktur jalan beton maupun sarana dan prasarana lainnya.

Pihaknya juga baru memasarkan produknya saat semua perizinan seperti IMB hingga pemecahan sertifikat sudah beres. Hal seperti ini termasuk progres yang bisa dilihat langsung oleh konsumen di lapangan membuat pemasaran dari mulut ke mulut cukup efektif menarik minat masyarakat untuk membeli.

“Selain itu lokasi kami juga sangat strategis, ke Stasiun Tenjo jaraknya tidak sampai 2 km dan nantinya kalau jalan tol Serpong-Balaraja jadi, akses masuknya sangat dekat tidak sampai 1 km dari perumahan kami,” imbuh Boy.