HousingEstate, Jakarta - Pameran virtual cukup efektif menarik pengunjung selama pandemi Covid-19. Masyarakat bisa mengakses berbagai produk properti tanpa perlu keluar rumah sehingga lebih aman. Karena itu PropertyGuru Group, perusahaan teknologi properti (prop-tech) mengadakan Asia Virtual Property Expo hingga 12 Desember 2020, menampilkan berbagai produk properti di   regional ASEAN mencakup lebih dari 300 proyek perumahan seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Indonesa, ditambah Australia dan Inggris.

Pameran dikemas layaknya pameran offline yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung properti yang diminatinya baik di daalam maupun luar negeri, sekaligus berhubungan dengan developer secara realtime.

Menurut Marine Novita, Country Manager Rumah.com, bagian dari PropertyGuru,  banyak promo dan kemudahan ditawarkan pengembang dan bank (Bank BNI) di ajang pameran. Antara lain bunga fixed 4,7 persen untuk satu tahun pertama dengan libur membayar dua tahun, persetujuan kredit saat itu juga, dan lain-lain.

“Tingkat bunga dan cara bayar di-create sangat kompetitif dan memudahkan pencari rumah, sehingga pengunjung pameran bisa langsung bertransaksi. Berbagai indikator menyebut, kuartal tiga tahun ini suplai rumah meningkat hingga 10 persen dan mulai terjadi titik balik harga yang meningkat 0,5 persen secara tahunan,” katanya melalui siaran pers, Jumat (13/11).

Hal itu bisa menjadi pondasi yang baik memasuki tahun 2021. Terlebih sektor properti ditetapkan pemerintah menjadi salah satu leading sector karena berdampak besar terhadap perekonomian nasional. Dalam pameran pengunjung bisa dipandu mendapatkan insight, sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat setelah menavigasi berbagai booth yang ada. Pengunjung bisa mempelajari langsung secara tepat berbagai produk properti dari paviliun Indonesia dan negara lain.

Developer Indonesia yang ikut dalam pameran antara lain, Sinar Mas Land (SML), Intiland, dan Pondok Indah Group. Dari Malaysia ada Tropicana Corp Bhdd, MRCB, dan Sunway. Dari Singapura ikut UOL Group bekerja sama dengan ERA, dan Singapore Press Holding Ltd. Dari Vietnam ada Ecopark Corporation Joint Stock Company dan Van Phu-Invest Investment Joint Stock Company. Dari Inggris ikut Berkeley Group, Kamboja Merdian International Holding, dan Australia Fragrance Group.

Chief Business Oficer PropertyGuru Group Jeremy Williams menambahkan, pameran ini menjadi salah satu langkah nyatanya untuk terus mendigitalisasi industri properti. “Dengan pameran virtual ini kami ingin membuat seluruh transaksi properti berlangsung tanpa hambatan, dan ini akan terus menjadi tren di industri properti,” katanya.