HousingEstate, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah memunculkan banyak norma maupun kebiasaan baru yang harus dilakukan untuk memutus penularan virus yang sangat cepat antar manusia. Karena itu kampanye 3M atau mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker mutlak dilakukan.

Berbagai kebiasaan new normal ini juga harus diterapkan pada kaidah-kaidah desain, layout, hingga penggunaan material bahan bangunan. Menurut Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) M. Hidayat, kalangan pelaku sektor properti harus lebih inovatif dan kreatif saat pandemi seperti ini.

“Era new normal ini rumah bukan lagi hanya tempat istirahat tapi jadi tempat kerja, tempat belajar, dan aktivitas lainnya sehingga kita lebih banyak di rumah saat pandemi. Pengembang harus lebih kreatif merancang desain layout produknya, bagaimana merancang tempat bersih-bersih di luar, pola-pola new normal yang saat ini lebih banyak diterapkan dan itu harus bisa dimasukkan ke dalam layout hunian,” ujarnya di acara HousingEstate Awards (HEA) 2020 di Hotel Santika Teraskota Entertaintment Center, Tangerang, Banten, Selasa (24/11).

Selain desain layout, hal ini juga berimbas pada penggunaan bahan material bangunan yang juga harus dipikirkan supaya cocok dengan situasi pandemi. Begitu juga merancang desain bukaan yang besar supaya udara segar dan sinar matahari bisa masuk leluasa ke dalam rumah dan membuat interior rumah lebih sehat.

Lebih jauh lagi, rumah juga bisa dibuat ruang isolasi untuk situasi darurat andaikata ada anggota keluarga yang terkena Covid-19. Bukan hanya ruang isolasi, tapi dipikirkan bagaimana mengatur layout untuk traffic sehingga memastikan anggota keluarga yang lain tidak tertular termasuk berbagai sarana maupun fasilitas yang dibutuhkan saat situasi pandemi ini.

Hidayat mengapresiasi Majalah HousingEstate dan  portal property housingestate.id atas penyelenggaraan HEA 2020 ini. Ia berharap pengarhaan ini bisa menjadi bagian dari penyemangat para stake holder property yang kratif dan inovatif di saat situasi perekonomian yang sangat terpukul akibat pandemi. Hal ini sangat penting karena sektor properti menggerakkan 170  industri pendukungnya.

“Kalau sektor perumahan bergerak, perekonomian nasional akan ikut bergerak dan bukan hanya saat pembangunan saat sudah jadi dan dihuni itu perekonomian masih terus bergerak karena orang akan beli seprai, gorden, tempat sampah, dan banyak lagi. Kita juga harus optimistis terlebih akhir tahun ini perekonomian sudah mulai menggeliat sehingga bisa menjadi pondasi yang baik untuk tahun depan,” bebernya.