HousingEstate, Jakarta - Damai Putra Group, pengembang Kota Harapan Indah dan sejumlah perumahan di Bekasi, Jawa Barat, tengah  fokus memasarkan proyek terbarunya Tera Damai di Sriamur, Tambun, Bekasi. Dibuka Juli 2020 saat pandemi Covid-19  kini perumahan seluas 100 ha itu memasuki pemasaran klaster kedua, Branta. Klaster yang dipasarkan September 2020 itu mencakup 367 unit rumah. Seluruhnya rumah satu lantai tipe 32/60, 37/70, 40/70.  Harganya mulai Rp408 juta tunai. Kalau dibeli dengan KPR harganya Rp431 juta.

Pemasaran klaster Branta ini menyusul habisnya klaster Astama, klaster pertama yang dipasarkan Juli 2020. Klaster Astama laku keras, dalam waktu 2,5 bulan seluruh yang berjumlah 306 unit terjual habis. “Ini di luar perkiraan, karena pandemi kami hanya menargetkan penjualan 10 unit per bulan. Ternyata animo konsumen sangat besar,” ujar Bram Pramtama, Sales Manager Damai Putra Group (DPG) kepada housingestate.id saat peresmian rumah contoh di Bekasi, Kamis (26/11).

Sejak dipasarkan sebulan lalu klaster Branta sudah terjual 40 persen. Paling diminati rumah dengan lebar 7 m, yaitu tipe 37/70 dan 40/70. Menurut Bram, tipe ini terjual hampir 90 persen. Tipe hoek yang lebarnya 10 dan 11 m juga habis lebih dulu. Rumah lebar 7 m diminati karena tampak lebih lega dan nyaman. Selain itu di belakang masih ada sisa lahan yang dapat dimanfaatkan untuk dapur. Karena respon pasar cukup bagus  Damai Putra Group kini tengah menyiapkan klaster ketiga yang akan mencakup rumah satu dan dua lantai.

Bram menjelaskan, akhir pekan ini (29/11) pihaknya akan menggelar mega bazzar di marketing gallery Tera Damai sekaligus mengajak konsumen melihat rumah contoh di lokasi. “Pada acara mega bazzar ini konsumen akan mendapatkan cash back DP, dan free biaya KPR dan BPHTB,” terang Bram. Serah terima rumah rencananya akan berlangsung pada Januari 2020. Tera Damai merupakan proyek terpadu pertama yang dikembangkan di Bekasi utara. Perumahan yang dirancang master planner Townland, HongKong, itu mencakup 14 klaster dan enam tower apartemen. Di dalamnya akan dilengkapi sejumlah fasilitas antara lain, area komersial, ruko, ritel,  club house, taman bermain, pasar modern. Selain itu disediakan sarana pendidikan, kesehatan, dan peribadatan.

Bram menyatakan, konsep pengembangan seperti ini menjadi daya tarik Tera Damai. Daya tarik lainnya lokasinya dekat dengan JORR 2 Cibitung-Cilincing. Menuju gerbang tol Sriasih sekitar enam kilometer. Nantinya DPG akan membuat akses baru menuju gerbang tol yang jaraknya hanya dua kilometer. Dengan adanya jalan tol ini mobilitas penghuni akan semakin mudah. Selain itu akses dari dan ke Cikarang, Cibitung, Tanjung Priok menjadi lebih mudah.

 

Selain konsepnya yang terintegrasi  Tera Damai dikembangkan sebagai hunian  hijau dan ramah lingkungan. Pengembangannya mengadopsi  pendekatan water sensitive urban design (WSUD). Konsep ini mengintegrasikan sistem manajemen air hujan, ruang terbuka hijau, sirkulasi pejalan kaki dan pesepeda dengan area residensial dan komersial. Untuk mewujudkan konsep tersebut di tengah kawasan permahan akan ada danau besar dan beberapa danau kecil yang lokasinya tersebar. Danau tersebut menjadi fitur lansekap sekaligus penampungan air untuk pengemdalian banjir. Di sekitar danau itu akan dibangun apartemen, club house, dan area komersial untuk kuliner.