HousingEstate, Jakarta - Pemerintah Australia sangat serius mengeluarkan berbagai program stimulus untuk mendorong perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Salah satunya proyek Airport Rail Link baru di Kota Melbourne yang akan memakan investasi Rp80-Rp130 triliun yang merupakan proyek patungan antara pemerintah Federal Australia dengan pemerintah negara bagian Victoria di mana masing-masing telah sepakat untuk menggelontorkan Rp50 triliun untuk mewujudkan proyek ini.

Menurut Gubernur Negara Bagian Victoria Daniel Andrews, proyek ini akan menjadi kunci pemulihan ekonomi dan akan memberikan manfaat yang besar khususnya bagi masyarakat Victoria. “Kami terus melakukan usaha pemulihan dengan rencana jangka panjang dan untuk itu perlu membuka pekerjaan bagi masyarakat dan proyek ini mendorong perekonomian yang besar karena akan menciptakan 8.000 pekerjaan dengan target penyelesaian tahun 2029,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan, Selasa (1/12).

Hal ini juga akan berimbas pada sektor properti di negara bagian yang terkenal sebagai ibukota budaya itu. Pemerintah Negara Bagian Victoria akan memberikan stimulus eknomi melalui pemotongan biaya pajak pembelian properti sebesar 50 persen untuk pembeli hunian seharga maksimal Rp10 miliar yang akan berlaku hingga akhir Juni 2021.

Menurut Herman Suwito, Head of Major Project Sales Crown Group Indonesia, proyek infrastruktur dan berbagai stimulus ini akan kembali memperkuat posisi Kota Melbourne dan memudahkan masyarakat bergerak dan terhubung dengan adanya aksesibilitas yang semakin baik dari proyek Airport Rail Link. Crown Group merupakan pengembang Australia yang didirikan oleh pengusaha Indonesia Iwan Sunito.

“Aksesibiltas merupakan faktor penting di sebuah kota metropolitan dan Airport Rail Link yang akan dibangun ini menghubungkan lebih dari 30 stasiun kereta termasuk Footscray, State Library, Town Hall, Anzac, Geelong, hingga Traralgon. Para komuter nantinya hanya menggunakan satu direct trip menuju bandara tanpa harus berganti kereta,” katanya.

Selain pembangunan transportasi publik ini, pemerintah Negara Bagian Victoria juga mengalokasikan dana sebesar Rp30 triliun untuk sector pendidikan. Sebesar Rp12,8 triliun akan digunakan untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas 162 sekolah sementara Rp17,2 triliun dialokasikan untuk pembangunan sekolah baru.

Hal ini akan menambah daya tarik salah satu kawasan di wilayah sub urbannya yaitu Southbank. Dari sini akan sangat mudah untuk menuju ke kawasan CBD menggunakan kereta cepat dari Stasiun Anzac. Southbank merupakan kawasan di mana proyek Crown Group dikembangkan yaitu Artis yang akan melaksanakan launching perdananya di Indonesia pada medio Desember ini.

“Dari Artis ini ke Stasiun Anzac cukup berjalan kaki dan kita akan dimudahkan untuk mengakses ke berbagai tempat. Misalnya ke Bandara Tullamarine hanya 30 menit dengan Airport Rail Link ini sehingga ini akan menjadi salah satu magnet yang kuat untuk calon pembeli khususnya dari luar negeri ditambah dengan adanya pemotingan pajak pembelian properti,” imbuh Herman.

Artis berlokasi di jantung kawasan Southbank di 175 Sturt Street, yang dibangun di atas lahan seluas 2.076 m2. Bangunan ini akan terdiri dari 153 unit apartemen 1-3 kamar tidur yang mewah disertai berbagai fasilitas yang sesuai dengan karakteristik penghuninya. Kawasan Southbank juga merupakan rumah bagi galeri yang banyak dikunjungi di Australia seperti Galeri Nasional Victoria, pusat seni pertunjukan Arts Centre Melbourne dan rumah bagi Balet Australia, Orkestra Simfoni Melbourne, dan Opera Australia.