PIK: Wisata Kuliner Baru di Sisi Utara Jakarta
Jum’at sore 18 Desember 2020 lalu kami dari WhatsApp Group (WAG) Synergy 21 yang beranggotakan para pemangku kepentingan di bidang property (developer, arsitek, bank penyalur KPR, kontraktor, dan media di bidang property) yang dipimpin oleh Ismet Natakarmana, Direktur One Property, memperoleh kesempatan mengunjungi proyek Sedayu Indo City atau lebih populer dengan sebutan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) yang terletak di pesisir utara pantai Laut Jawa.
PIK 2 secara administrasi masuk wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, tapi untuk menjangkaunya sekarang jalan utamanya melalui PIK 1 yang berada di wilayah Kapuk, Jakarta Utara. Dari PIK 1 ke PIK 2 kita melewati tiga jembatan, salah satunya sepanjang 500 m dan dua pulau buatan: Pantai Maju atau Golf Island (303 ha) dan Pantai Kita atau River Walk Island (100 ha).
Baik PIK 1 mapupun PIK 2 dibangun oleh developer yang sama, yaitu Agung Sedayu Group (ASG) dan Salim Group (SG). PIK 1 seluas 800 ha, sedangkan PIK 2 lebih dari tigakalinya, yaitu 2,650 ha. Layaknya sebuah kota baru di dalamnya akan dibangun landed house, apartemen, pergudangan, hotel, perkantoran, pusat gaya hidup, wisata, dll.
Untuk mempercepat pembangunan, ASG dan SG juga mengundang developer lain dengan menawarkan kaveling-kaveling siap bangun berukuran besar. Harga kavelingnya, seperti ditulis di banyak baliho di sana dijual Rp22,5 juta hingga Rp23,5 juta per m2. Sementara untuk konsumen perorangan developer menawarkan beragam produk yang dibutuhkan masyarakat. Harga rumahnya mulai Rp700 jutaan, apartemen mulai Rp200 jutaan, dan unit gudang (bangunan multi guna) mulai Rp2,5 miliar.

Pembangunan di PIK 2 seperti tidak ada pandemic, berjalan massif dan simultan. Satu tempat di PIK 2 yang mulai diperbolehkan dikunjungi masyarakat adalah pantai pasir putih sepanjang 2 km dari 4 km yang direncanakan. “Pasirnya didatangkan langsung dari Pulau Bangka,” kata si Pemandu di bus yang mengantarkan rombongan keliling proyek. Pantai pasir putih ini juga sudah dilengkapi tempat kuliner dengan ratusan tempat duduk. Pengunjungnya ramai sekali.
Pantjoran PIK
Tempat kuliner yang lebih ramai lagi ada di Golf Island. Di sini ada tiga tempat yang menarik untuk dikunjungi, khususnya pada sore hingga malam hari, yaitu Pantjoran PIK, Urban Farm, dan San Antonio.

Pantjoran PIK adalah tempat kuliner berkonsep pecinan yang di dalamnya berisi deretan resto legendaris yang sudah kondang di kawasan Pancoran, Kota Tua. Aneka sajian jajanan yang jajakan antara lain roti, kopi, es campur, bakpao, nasi campur, nasi hainan, bakmi, lontong, bakso, soto, bubur, dam lain-lain. “Pantjoran PIK ini terinspirasi kawasan kuliner di Jalan Pancoran, Kota Tua, Glodok, Jakarta Barat,” kata Si Pemandu lagi.

Sedangkan Urban Farm adalah tempat kuliner yang ramah lingkungan. Pengelolanya menawarkan konsep bersantap di tengah kebun. Di kompleks ini ada tiga tempat yang bisa dipilih: GIOI, Toby’s Estate, dan Kinetic Farm. Di sini pengunjung dapat memesan makanan Indonesia dan Asia, serta racikan kopi special dan teh bunga.

Tempat bersantai lainnya di Golf Island adalah San Antonio. Lokasinya berhadap-hadapan dengan Urban Farm. San Antonio berupa deretan ruko yang memiliki dua muka yang dapat dijadikan resto al fresco dining (makan di luar ruang). Ruko ini satu muka menghadap ke area parkir dan muka lainnya menghadap ke pelataran luas yang dijadikan tempat makan di luar ruang. Pelataran ini sejatinya adalah tanggul kanal besar di antara dua pulau: Golf Island dan River Walk Island. Kelebihannya di sini orang sambil bersantap bisa menikmati indahnya matahari menjelang tenggelam (sun set).
