HousingEstate, Jakarta - Perbankan yang lengkap akad PPR (Pembiayaan Pemilikan Rumah) syariahnya adalah PermataBank, yaitu dengan : murabahah,  ijarah muntahiyah bittamlik (IMBT) atau pembiayaan sewa-hibah (financial lease) dan musyarakah mutanaqisah (MMQ) atau pemilikan bersama (diminishing partnership). Tenor pembiayaannya bisa sampai 20 tahun. Margin dengan akad MMQ dan IMBT diklaim lebih bersaing dibanding bunga KPR konvensional efektif floating. Kedua model akad tersebut juga menawarkan margin promo selama beberapa tahun pertama. Setelah itu marginnya mengambang tapi tidak melebihi ceiling caps (batas tertinggi) yang disepakati di awal dan dicantumkan dalam kontrak.

“Saat ini 40 persen portofolio PermataKPR adalah KPR syariah dengan akad MMQ dan IMBT paling banyak dipilih konsumen,“ kata Herwin Bustaman, Sharia Banking Director PermataBank, saat meluncurkan PermataKPR iB Bijak di Jakarta beberapa waktu lalu bersama Head of Mortgage Business PermataBank Dewi Damajanti “Maya“ Widjaja. PermataKPR iB Bijak sendiri adalah PPR syariah akad MMQ yang dikaitkan (bundling) dengan tabungan syariah konsumen di PermataBank.

Makin besar saldo tabungan, kian rendah margin PPR-nya. Bahkan, marginnya bisa nol bila rata-rata saldo tabungan mencapai 125 persen dari saldo pembiayaan. Jadi, cicilan PPR bisa lunas lebih cepat. Berapapun nilai tabungan akan diperhitungkan sebagai pengurang cicilan margin. Perhitungan berdasarkan saldo rata-rata harian tabungan. Yang dihitung 80 persen dari saldo tabungan. Makin tinggi saldo tabungan, makin kecil angsuran margin PPR. “Tenornya juga lebih panjang, sampai 25 tahun,” jelas Herwin.

Maya menambahkan, dengan PermataKPR iB Bijak, debitur bisa mengatur sendiri cicilan PPR-nya. Misalnya, untuk saldo kredit Rp500 juta, ujrah promo 6,99 persen setahun, angsurannya dengan PermataKPR iB biasa adalah Rp4.491.346/bulan. Bila di-bundling dengan tabungan dengan saldo katakanlah Rp250 juta, yang 80 persennya (Rp200 juta) diperhitungkan sebagai pengurang cicilan margin, angsuran PPR turun menjadi Rp3.326.346 atau lebih hemat Rp1.165.000 per bulan (25,94 persen). Penghematan yang didapat lebih besar ketimbang pendapatan bunga tabungan bila tabungan tidak di-bundling dengan KPR syariah.

“Tabungannya tidak diblokir, tetap bebas ditarik. Hanya, karena sudah di-bundling dengan KPR, saldonya tidak lagi mendapatkan bunga karena sudah dihitung untuk mengurangi cicilan KPR,” katanya. Jadi, ketimbang dibiarkan sebagai tabungan biasa, jauh lebih menguntungkan di-bundling dengan PermataKPR iB. “Kalau sekarang nilai tabungan tidak seberapa, tidak apa-apa, karena tenor pembiayaannya panjang. Seiring waktu kan tabungannya pasti nambah. Berapapun nilainya, bisa mengurangi cicilan KPR. Artinya ada kesempatan panjang bagi debitur untuk mengurangi cicilan kredit melalui saldo tabungannya,” tutur Maya.