HousingEstate, Jakarta - Tinggal di daerah rawan banjir, perlu siasat lebih dalam menata rumah. Merenovasi bangunannya agar lebih tinggi bisa menjadi salah satu solusi. Siasat lain dengan menata ulang interior rumah dengan material dan furnitur tahan air. Atau, menempatkan perabot dan aksesoris di ruang yang paling rawan banjir, misalnya di lantai bawah, seperlunya dan mudah dipindahkan saat air menggenang. Banjir rutin pun bisa dihadapi dengan lebih tenang. Kalau aneka siasat itu tidak bisa juga mengatasi masalah, pindah rumah menjadi solusinya.

Furnitur Permanen

Untuk furnitur, desainer interior Juan Jovita dari Studio Ruang 108 (Jakarta)  mengusulkan membuatnya permanen dari beton di rumah rawan banjir. “Jadi, kalau nanti terjadi banjir, nggak perlu angkat-angkat perabot karena sudah permanen dan anti air,” katanya. Perabot dari adukan beton dirancang tertempel pada lantai dan dinding rumah. Misalnya, berupa rak-rak terbuka sederhana yang terbentang dari lantai hingga plafon. Sebagian rak bisa ditutup dengan sistem tirai untuk memberi privasi dan menjaga tampilan rumah terlihat rapi. Sebagai pengimbang furnitur yang terlihat kaku, bisa diselipkan aneka tanaman hijau di dalam pot-pot kecil untuk melembutkan suasana.

Perabot Anti Air dan Fleksibel

Pilihan perabot yang tidak permanen sebaiknya dari material anti air. Seperti kursi dan meja dari plastik atau sejenis logam yang kuat. Sekarang banyak alternatif material untuk perabot dari panel aluminium dengan finishing menyerupai kayu. Aplikasinya bisa untuk kabinet dapur hingga lemari-lemari pajang yang dipesan khusus. Perabot yang ringan atau mudah digerakkan (moveable) dengan tambahan roda juga bisa dipertimbangkan, agar lebih fleksibel dipindahkan ke bagian rumah lebih tinggi. Perabot anti air dan ringan juga lebih mudah dibersihkan dari sisa-sisa air banjir yang kadang membawa lumpur.

Cat Waterproof

Dinding rumah yang terendam banjir akan menyerapkan air ke dalam pori-porinya yang bisa menimbulkan jamur. Kita bisa mengurangi dampaknya dengan aplikasi cat anti air (waterproof) yang mengandung lateks pada dinding yang mungkin terendam air. Lapisan cat diharapkan dapat memperlambat peresapan air ke dalam dinding sehingga ruangan tidak lembab setelah banjir. Lupakan memoles dinding dengan wallpaper karena perawatan setelah terkena banjir akan lebih susah.

Penutup Lantai Tahan Air

Penutup lantai dari keramik masih cukup aman jika tergenang karena air akan kalis sendiri. Hindari penggunaan karpet atau parket kayu untuk menutup lantai karena mudah menyerap air. Jika memungkinkan, anda bisa menggelar material epoxy yang heavy duty dengan lapisan anti lumut dan anti jamur. Epoxy biasanya dipakai pada lantai pabrik atau rumah sakit yang polos dan licin, tapi kini sudah banyak dijual untuk dekorasi rumah dengan motif granit, marmer, glitter, metalik bahkan bertekstur.

Tinggikan Outlet Listrik

Pindahkan posisi saklar lampu dan stop kontak atau outlet listrik lainnya ke titik tertinggi yang kira-kira tidak akan terkena banjir, untuk mengantisipasi terjadinya korsleting karena outlet kemasukan air.