HousingEstate, Jakarta - PT Metropolitan Land, Tbk.  akan kembali melanjutkan pembangunan Hotel Horison Kertajati yang terletak di Jl Jatibarang-Kadipaten, Babakan, Kertajati, Kabupaten Majalengka, dekat Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang dulu dikenal Bandara Kertajati. Pembangunan hotel bintang empat yang dimulai bulan September 2019 itu dihentikan pada semester I 2020 akibat pandemi Covid-19.

Pada tahap pertama developer akan membangun 100 kamar dan akan dilanjutkan ke tahap kedua setelah tingkat hunian tahap pertama tinggi.  Seperti  Hotel Horison lainnya, Hotel Horison Kertajati akan dilengkapi beragam fasilitas standard hotel bintang empat,  seperti balai pertemuan untuk menggelar  acara meeting dan  resepsi perkawinan, coffee shop, kolam renang, area komersil, dll. “Manajemen sudah memutuskan pembangunan Hotel Horison Kertajati tahap pertama  dilanjutkan kembali pada kuartal kedua tahun ini atau bulan April mendatang,” ujar Wahyu Sulistio, Direktur Sales & Marketing PT Metropolitan Land Tbk kepada www.housingestate.id (4/1).

Dia mengakui  banyak yang mempertanyakan keberanian perseroan mendirikan Hotel Horison Kertajati mengingat jumlah penerbangan dari dan ke bandara itu masih sedikit ditambah jarak dari kota Bandung ke bandara internasional itu yang cukup jauh. Sama dengan tanggapan berbagai pihak pada saat pembangunan Hotel Horison Bekasi di Bekasi Barat  yang mulai  beroperasi pada tahun 1994. “Setelah beberapa tahun beraperasi, tingkat huniannya cukup tinggi,” tambah Wahyu

Pertimbangan PT Metropolitan Land, Tbk. mendirikan hotel Horison Kertajadi antara lain karena BIJB sudah ditetapkan pemerintah sebagai embarkasi jama’ah haji dan umroh. Kemudian pemerintah juga sudah memutuskan satu saat Bandara Husein Sastranegara di kota Bandung akan ditutup untuk penerbangan komersial dan dialihkan ke Bandara Kertajati.  “Untuk tahap awal, konsumen yang kami sasar adalah jamaah haji dan umroh apalagi jarak dari hotel ke bandara hanya dua kilometer,” kata ayah dari satu anak ini.

Untuk mempercepat jarak tempuh dari kota Bandung ke bandara BIJB, pemerintah tengah menggenjot pembangunan jalan tol Cileunyi- Sumedang- Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,47 km. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljomo, jalan bebas hambatan itu akan rampung seluruhnya pada akhir tahun 2021.

Jalan tol yang terdiri dari enam seksi tersebut akan terhubung dengan jalan tol Akses Bandara Kertajati  sehingga dapat meningkatkan konektivitas ke BIJB Kertajati. “Berdasarkan laporan, masalah pembebasan lahan sudah teratasi sehingga saya optimistis konstruksi semuanya rampung pada akhir tahun ini karena konstruksi dapat berjalan cepat jika lahan sudah tersedia,” tegas Basuki seperti dikutip dari Liputan6.com.