HousingEstate, Jakarta - Penyaluran KPR Bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) oleh Pusat Pengelolaan Dana Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) telah menjadi penopang bisnis pada situasi pandemi Covid-19. Berdasarkan data PPDPP, saat mayoritas masyarakat harus berada di rumah untuk memutus penularan virus, akses terhadap FLPP justru terus meningkat.

Hal ini membuat penyaluran KPR FLPP sepanjang tahun 2020 ini mencatatkan angka yang sangat besar. Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, FLPP yang disalurkan per 1 Januari-28 Desember 2020 ini mencapai Rp11,23 triliun untuk membiayai sebanyak 109.253 unit rumah.

“Penyaluran sebesar ini telah melebihi target tahun 2020 sehingga pencapaian kami sebesar 106,59 persen dari target tahun 2020. Ini menjadi penyaluran terbesar kedua sejak PPDPP menyalurkan KPR FLPP tahun 2010. Penyaluran terbesar terjadi pada tahun 2011 yang mencapai 109.593 unit,” ujarnya kepada housingestate.id, Senin (4/1).

Bila dirinci penyaluran KPR FLPP  dari tahun ke tahun cukup fluktuatif.

Tahun 2010  sebanyak 7.798 unit

Tahun 2011 sebanyak 109.593 unit

Tahun 2012 sebanyak 64.785 unit

Tahun 2013 sebanyak 102.714 unit

Tahun 2014 sebanyak 76.058 unit

Tahun 2015 sebanyak 76.489 unit

Tahun 2016 sebanyak 58.469 unit

Tahun 2017 sebanyak 23.763 unit

Tahun 2018 sebanyak 57.939 unit

Tahun 2019 sebanyak 77.835 unit

Tahun 2020 sebanyak 109.253 unit.

Jadi sejak berdiri 11 tahun lalu PPDPP tiga kali mendanai rumah diatas 100 ribu unit. Secara keseluruhan jumlah rumah yang didanai sebanyak 764.856 unit dengan total Rp55,598 triliun.

Sementara itu untuk tahun 2021 target penyaluran KPR FLPP lebih tinggi lagi yaitu sebesar Rp19,1 triliun untuk 157.500 unit rumah. Dana ini akan disalurkan oleh 30 bank pelaksana yang telah meneken perjanjian dengan PPDPP pada akhir tahun lalu. Jumlah bank penyalur pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 42 bank.

“Kami tetap membuka peluang kepada bank yang lain untuk segera bergabung bila sudah memenuhi standard an persyaratan yang berlaku untuk menyalurkan KPR FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kemungkinan besar dalam waktu dekat ini akan ada tambahan bank pelaksana untuk menyalurkan KPR FLPP,” imbuh Arief.