HousingEstate, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus kebut pekerjaan proyek infrastruktur. Dengan pagu anggaran yang mencapai hampir Rp150 triliun pada tahun 2021 ini, proyek jalan tol masih  menjadi salah satu bidang yang terus dikebut pengerjaannya untuk meningkatkan dan mempermudah konektivitas dan aksesibilitas antar kawasan.

Dua ruas jalan tol yang akan segera dibangun  awal 2021 adalah jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 6B dan jalan tol Ancol Timur-Pluit yang dibangun layang (elevated). Penandatanganan kedua ruas jalan tol ini telah dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, dan Kepala Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit pada awal pekan ini.

“Dua pembangunan ruas jalan tol ini sangat krusial dan kehadirannya sudah ditunggu masyarakat. Khusus tol Cisumdawu penyelesaiannya menjadi prioritas dan dengan dimulainya pembangunan sejak awal tahun ditargetkan tol ini akan beroperasi pada tahun ini juga sehingga akses ke Bandara Kertajati menjadi lebih mudah dan  waktu tempuh Kota Bandung- Bandara Kertajati menjadi kurang dari satu jam,” ujar Basuki saat acara penandatanganan kontrak.

Pihak kontraktor yang akan mengerjakan proyek ini adalah PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)) yang mengelola jalan tol ruas Cisumdawu. Proyek jalan tol ini kembali digarap dengan konsep kerja sama swasta dan perusahaan BUMN.

Jalan tol Cisumdawu memiliki panjang 61 km yang terdiri dari enam seksi dan akan terhubung dengan jalan tol akses Bandara Kertajati. Jalan tol ini dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Pemerintah mengerjakan seksi 1 dan 2 sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) untuk menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Seksi 3-6 dikerjakan oleh CKTJ selaku investor. Total investasi tol ini mencapai Rp8,4 triliun.

Sementara penandatanganan kontrak pembangunan jalan tol Ancol Timur-Pluit (elevated) atau Harbour Road II (HBR II) dikerjakan oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan investasi sebesar Rp15,8 triliun. Jalan tol sepanjanng 9,6 km ini akan menambah panjang ruas tol Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit yang saat ini telah beroperasi dan terhubung juga dengan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).