HousingEstate, Jakarta - Saat ekonomi resesi akibat pandemi seperti saat ini, developer memang ditantang lebih kreatif dan bekerja jauh lebih keras agar tetap bisa berjualan. Pasar di berbagai segmen ada yang tetap punya daya beli. Hanya, mereka menunda membeli karena situasi yang serba tidak pasti. Tapi, bila developer mau bekerja lebih cerdas memahami lebih jauh kebutuhan setiap segmen pasar itu, sebagian bisa digoda untuk membeli.

“Pasar di segmen atas misalnya, seperti apa sebenarnya kemauannya supaya tertarik membeli. Begitu juga di segmen menengah, produk seperti apa yang kira-kira cocok dengan aspirasi mereka. Jadi, pasarnya diperdalam, dipahami lebih jauh kebutuhan dan seleranya, jangan hanya memperluas pasar ke berbagai segmen,” kata pakar properti marketing Andy K Natanael kepada housingestate.id.

Ia menunjuk BSD City di Tangerang, Banten, sebagai salah satu contoh perusahaan developer yang berhasil melakukan pendalaman pasar itu. Jangan heran akhir tahun lalu saat pandemi kembali memuncak pun, klaster hunian mewahnya dengan harga rumah Rp15 – 30 miliar/unit tetap bisa laku.

Sebelumnya BSD sukses memasarkan klaster-klaster hunian menengah untuk kaum milenial yang dirilis sepanjang tahun 2020. Harga rumahnya mulai dari Rp900 juta sampai Rp1,5 miliar/unit. Sudah lama sekali di BSD tidak dipasarkan rumah seharga itu.

“Developernya Sinar Mas Land mempelajari betul lebih mendalam kebutuhan dan selera setiap segmen pasarnya. Kemudian meracik produk yang sesuai. Pasar pun menyambut baik produk-produk tersebut,” jelas pria yang kerap memberikan kuliah properti melalui berbagai channel itu.