HousingEstate, Jakarta - Pamor wilayah Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, sebagai hunian kelas menangeh terus meningkat. Apalagi sekerang setelah beroperasinya jalan tol Antasari (Jakarta Selatan)-Depok, kian dekat jarak dan waktu tempuhnya dari kawasan bisnis TB Simatupang melalui pintu tol Sawangan di KM 11. Sawangan semakin ideal untuk hunian mereka yang bekerja di kasawan Jl TB Simatupang dan RA Kartini, Fatmawati, Blok M, dan Kebayoran Baru.

Perumahan yang layak dipilih yang lokasinya 1-5 km dari exit tol Sawangan. Kenapa? Karena lalulintas di Jl Raya Muchtar dan Jl Raya Sawangan yang terkoneksi dengan pintu tol tersebut padat sekali, lebih-lebih pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari.

Pada saat pandemic Covid-19 sekarang banyak developer perumahan menggelar promo menarik. Rumah yang harganya Rp700 jutaan, konsumen cukup membayar Rp5 juta sudah langsung akad kredit. Syaratnya pegawai tetap, total penghasilan suami dan istri minimal Rp15 juta per bulan dan tidak punya cicilan. Sebab angsuran KPR-nya juga sebesar Rp5 jutaan setiap bulannya.

Promo tersebut dapat Anda temukan di perumahan Pesona Sawangan Residence (4,4 ha) Jl Raya Muchtar. Harga rumah tipe 39/90 Rp775,6 jutaan, 45/90 Rp799 jutaan, dan 50/90 Rp829 jutaan. Harga sudah termasuk PPN, BPHTB, AJB, balik nama, dan biaya KPR. Uang muka 10 persen diperhitungkan sebagai diskon. “Konsumen cukup bayar Rp5 juta, langsung proses KPR. Kalau KPR-nya ditolak, uang Rp5 juta akan dikembalikan,” kata Jeffry, staf marketingnya kepada housingestate.id, Selasa (12/1).

Konsumen juga akan mendapatkan kemudahan lain dari  promo bank. Pesona Sawangan Residence telah bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri yang memberikan  margin sebesar 6,75 persen fixed lima tahun, atau 9 persen hingga lunas (maksimal tenor 20 tahun). Jadi gambarannya, dengan booking Rp5 juta all in, rumah tipe 39/90 Rp775 jutaan, cicilan KPR yang dibayarkan Rp6,3 juta/bulan tenor 15 tahun, atau Rp5,2 juta bila tenornya 20 tahun.

Sementara di perumahan lain di dekatnya, Swarna Asri (1,4 ha) rumah tipe 45/84 harganya Rp679 juta, tipe 50/134 Rp950 juta, dan tipe 65/150 Rp1,15 miliar. Tipe-tipe itu bisa dibeli dengan dana awal Rp8 juta (all in).  Uang muka 5 persen diperhitungkan sebagai diskon, sehingga tidak perlu dibayar konsumen. Jadi untuk rumah tipe 45/84  cicilan KPR per bulannya  Rp6,5 juta (tenor 15 tahun),  Rp5,79 juta (tenor 20 tahun), atau Rp5,4 juta (tenor 25 tahun).

Perumahan Estesia Ruby (3,5 ha) yang lokasinya dekat exit tol Sawangan masih mengenakan uang muka. Menurut Arnold, Admin Marketing-nya, uang muka di perumahannya sebesar 5 persen yang bisa dicicil enam kali, dengan dana awal yang ringan. “Konsumen cukup membayar booking Rp5 juta dan uang muka 5 persen. Rumah dua lantai tipe 60/72 Rp801 juta, konsumen cukup membayar dana awal Rp40 juta (booking dan uang muka). Seluruh biaya-biaya yang mencapai Rp40 juta-Rp50 juta disubsidi developer. Dalam situasi normal mana bisa beli rumah dua lantai seperti ini hanya dengan membayar Rp40 juta,” katanya.

Rumah dua lantai di Estesia  Ruby ini bisa dicicil Rp6,6 juta/bulan tenor 15 tahun atau Rpp5,6 juta tenor 20 tahun. Skema maupun kemudahan ini tentunya sangat menarik karena untuk rumah seharga Rp800 jutaan bisa diakses dengan lebih mudah. Hampir semua perumahan di wilayah Sawangan menerapkan pola pembelian seperti ini.