HousingEstate, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja mengumumkan tentang pencapaian program pembangunan sejuta rumah sepanjang tahun 2020.  Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, dari target satu juta unit tercapai 965.217 unit atau 96,5 persen lebih. “Pencapaian ini patut disyukuri di tengah berbagai kendala, khususnya  akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Dari jumlah tersebut sebanyak 772.324 unit merupakan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sedangkan selebihnya sebanyak 192.893 unit merupakan rumah untuk masyarakat kelas menengah dan menengah-atas.

Lalu, siapa yang membangun rumah sebanyak itu? Untuk rumah MBR Kementerian PUPR sendiri, katanya,  membangun sebanyak 289.983 unit, kementerian lain 51.136 unit, dan pemerintah daerah 33.925 unit. Ditambah dari kalangan pengembang sebanyak 388.639 unit, program CSR berbagai perusahaan 3.681 unit, dan masyarakat yang membangun secara mandiri sebanyak 4.960 unit. Sedangkan untuk rumah non MBR,  pengembang membangun 178.885 unit dan masyarakat 14.038 unit.

“Pembangunan perumahan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak April 2015 telah menjadi program strategis nasional yang harus terus didukung oleh kita semua khususnya kalangan pengembang, perbankan, stakeholder properti, dan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Khalawi, sektor perumahan akan terus didorong pertumbuhuannya agar bisa membantu pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi. Aktivitas bisnis sektor ini bisa membuka lapangan pekerjaan yang besar. Diperkirakan ada 170 industri terkait yang akan ikut bergerak.