HousingEstate, Jakarta - Investasi properti menghasilkan dua keuntungan: pendapatan sewa atau yield dan surplus dari kenaikan nilainya atau capital gain. Saat investasi berjalan, kita hanya berpotensi mendapatkan yield. Sedangkan capital gain baru akan diperoleh nanti bila propertinya dijual dengan harga lebih tinggi.

“Saat (resesi akibat pandemi) ini sangat berat mendapatkan yield. Pasarnya menyusut.   Jadi, yang paling mungkin mendapatkan keuntungan dari capital gain. Karena itu sekarang saat yang tepat berinvestasi, tapi harus jangka panjang supaya nanti bisa mendapatkan capital gain yang tinggi,” kata pakar marketing properti Andy K Natanael.

Jadi, kalau sekarang anda mau

investasi, berupayalah mencari properti yang  harganya paling miring atau memberikan diskon besar, supaya bisa mendapatkan capital gain yang tinggi itu nanti. “Kalau ada properti yang bagus, jangan langsung ditawar, tapi cari tahu dulu sudah berapa lama ditawarkan (dan tidak juga laku). Kalau sudah lebih dari enam bulan atau setahun tidak juga laku, jangan ragu menawarnya dengan diskon besar,” ujarnya.

Andy menyatakan, ketimbang menaruhnya di deposito, membelanjakan uang untuk berinvestasi dalam properti tetap jauh lebih menguntungkan. Menghitung keuntungannya juga tidak hanya dari yield dan capital gain, tapi juga dari seberapa besar properti yang bisa anda dapat saat ini dengan duit dari pengembalian investasi itu.

Misalnya, anda membeli rumah tipe 45/84 seharga Rp500 juta 10 tahun yang lalu.  Sekarang saat dijual lagi, harganya katakanlah sudah menjadi Rp1 miliar. Kalau dengan uang Rp1 miliar itu anda masih bisa mendapatkan tipe dan kualitas rumah yang sama di lokasi yang kira-kira sama baiknya, itu sudah untung besar. Apalagi, kalau selama 10 tahun itu rumah juga menghasilkan yield, atau digunakan sendiri sebagai tempat tinggal, keuntungannya jelas lebih tinggi lagi.

Bandingkan kalau duit Rp500 juta itu anda depositokan dengan bunga bersih katakanlah 5 persen per tahun. Hasilnya, 10 tahun kemudian hanya Rp750 juta. Kalau anda juga ingin mendapatkan return Rp1 miliar dari deposito dengan bunga 5 persen per tahun itu 10 tahun kemudian, dengan perhitungan simple interest, anda harus menanamkan dana lebih besar, sekitar Rp670 juta, bukan Rp500 juta.