HousingEstate, Jakarta - Proyek mixed use development Thamrin Nine (5,5 ha) di pusat bisnis utama Jakarta, yakni di Jl MH Thamrin terus dikebut pembangunannya. Pada awal tahun ini pengembangnya, PT Putragaya Wahana (PGW), tengah menggenjot pengerjaan dua tower yaitu Autograph Tower dan Luminary Tower. Autograph akan menjadi gedung tertinggi di Indonesia, atau bahkan tertinggi di belahan bumi bagian selatan, yaitu setinggi 385 m. Sementara Luminary Tower tingginya 300 m.

Thamrin Nine akan mencakup enam gedung pencakar langit yang saat ini beberapa di antaranya telah beroperasi seperti Gedung Indosurya dan Gedung UOB. Gedung lain dan sejumlah fasilitas yang saat ini juga tengah dibangun adalah Menara Observasi, sky garden, dan hotel bintang enam Waldorf Astoria Hotel.

Project Director PGW Herman Bunjamin mengatakan, Tower Autograph dan Luminary ini dirancang oleh Kohn Pedersen Fox (KPF), sebuah firma arsitektur dari Amerika yang telah sukses dengan berbagai karya gedung-gedung ikonik dunia seperti Shanghai World Financial Tower, International Commerce Centre, Lotte World Tower, Civic Tower, One Vanderbilt, dan sebagainya.

“Sementara itu Le Parc didesain oleh WATG yang juga memiliki rekam jejak merancang hunian dan hotel mewah di seluruh dunia seperti The Venesian dan The Mansion di Las Vegas. Beberapa resort ekslusif juga banyak dirancang seperti Shangrila, Four Seasons, Grand Hyatt, Ritz Carlton, dan brand mewah lainnya dan itu yang akan kami terapkan di Le Parc,” katanya.

Keistimewaan lain dari proyek terpadu yang salah satu gedungnya berdiri hampir menembus awan ini adalah penerapan konsep green yang cukup komrehensif. Efisiensi pemakaian energinya sangat optimal dan  telah meriah sertifikat BCA Green Mark Platinum dari Singapura.

Fokus utama penerapan konsep green terletak pada efisiensi pengoperasian AC. Karena mesin pendingin (AC) ini penyumbang terbesar konsumsi energy gedung. Agar AC bekerja efisien, fasad gedung memakai double glass yang bisa menahan panas masuk (heatloss) namun di sisi lain tetap memasukkan cahaya sehingga kinerja AC bisa lebih optimal.

Sistem pendingin AC-nya berbeda dengan sistem konvensional. Udara dingin yang dihasilkan dan dirasakan di bagian dalam ruangan, dihasilkan dari heat exchange dengan proses tertentu sehingga bisa menghasilkan udara yang lebih bersih. Hal ini sangat tepat diterapkan saat situasi pandemi Covid-19 selain bisa mengurangi efek building sick.

Efisiensi energi pada tower baru ini disebut mencapai lebih dari 50 persen dari Gedung UOB yang telah beroperasi sejak tahun 2006.  Selain efisiensi pemakaian energy listrik, developer juga memerhatikan soal pengelolaan air  dengan sistem water harvesting. Air yang sudah dipakai didaur ulang (recycle) menjadi air bersih dan dipakai lagi, kemudian developer juga berupaya meresapkan air hujan sebanyak-banyaknya ke dalam tanah melalui sumur-sumur resapan di banyak titik di area-area terbuka dan taman-taman di seluruh kawasan.

Herman menyebut, wilayah MH Thamrin, Sudirman, dan sekitarnya merupakan sebuah kawasan yang sangat padat sehingga harus diberikan perbaikan untuk kawasannya. Karena itu Thamrin Nine melakukan mix area hijau dan sebagai gedung yang pertama menerapkan biological reactor untuk menerapkan sistem pengolahan air limbah secara biologis dan berbagai fungsi lainnya.

Kawasan yang padat dibuat dan dirancang khusus untuk tetap bisa meningkatkan kualitas hidup setiap orang di kawasan. Salah satunya dengan green plaza, vertical garden, menyediakan banyak outdoor spaces, dan sebagainya. Bahkan berbagai panas yang dihasilkan dari AC maupun mesin-mesin lain digunakan kembali panasnya sebagai energi untuk mengaktifkan berbagai mesin di dalam gedung.

“Selain konsep green yang sangat komprehensif, lokasi gedung ini juga cocok untuk lifestyle green. Lokasi Thamrin Nine dikelilingi lima stasiun transportasi publik mulai kereta komuter, Transjakarta, MRT, dan nantinya LRT selain ada juga kereta bandara,” paparnya.