HousingEstate, Jakarta - Kendati pasar sedang terpuruk karena pandemi, perusahaan developer terutama yang besar-besar, tetap perlu berpromosi untuk menjaga brand awareness-nya. Pakar marketing properti Andi K Natanael mengatakan hal itu dalam perbincangan dengan housingestate.id di kantornya di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten, akhir pekan lalu (8/1/2021). Kegiatan promosi bisa dilakukan secara online (digital) dan offline melalui media cetak dan media luar ruang, dengan proporsi 70:30.

“Memang, situasi sedang sulit. Tapi, bagi developer besar biaya promosi Rp50-100 juta sebulan itu kan nothing. Jadi, kenapa harus menyetop promosi? Promosi selalu harus dilakukan dalam keadaan apapun untuk menjaga brand awareness,” kata mantan eksekutif sejumlah perusahaan developer besar yang bulan lalu membuka kantor member broker Century21 AKN (Andi K Natanael) di Alam Sutera itu.

“Promosi itu apa sih? Kan memberi tahu yang belum tahu, dan mengingatkkan yang sudah tahu bahwa kita punya produk yang layak dibeli. Siapa tidak kenal CocaCola? Mereka tetap berpromosi saat pandemi meskipun pasar sudah sangat mengenalnya,” jelasnya.

Andy mengakui, sejumah developer memang tetap melakukan promosi terutama melalui saluran digital. Namun, bentuknya lebih banyak berupa news yang dikirimkan ke berbagai media massa untuk mengirit biaya.

“Itu kurang kreatif dan inovatif. Harusnya promosi digital  developer disertai bentuk lain dengan tampilan dan taglinetagline yang unik dan menggugah orang terhadap produk yang dipasarkan. Selain itu juga perlu promosi yang menjelaskan dengan wajar kelebihan produknya dan kenapa layak dibeli saat ini,” ujanya.