HousingEstate, Jakarta - Bencana alam banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi, melanda berbagai wilayah Indonesia di awal tahun ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke lokasi bencana banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), langsung mengintsruksikan tiga hal yang menjadi prioritas penanganan bencana. “Harus dipastikan tiga hal yang diprioritaskan untuk program tanggap darurat, yaitu percepatan peningkatan konektivitas untuk membuka daerah terisolir, proses evakuasi, dan ketersediaan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya di Kalsel sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Selasa (19/1).

Jokowi langsung menginstruksikan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk bisa menyelesaikan infrastruktur yang terputus dalam 3-4 hari sehingga mobilitas distribusi barang tidak terganggu. Tercatat, di Kabupaten Banjar saja ada 20 ribu warga yang mengungsi yang harus cepat ditangani oleh pemerintah daerah, dan  segera mendapatkan bantuan logistik.

Kementerian PUPR sendiri dalam upaya tanggap darurat ini telah menurunkan empat unit alat berat berupa excavator, dozer, tiga unit dump truck, serta dua unit mobil double cabin untuk angkutan barang. Selain itu telah dipasang 3.162 unit bronjong, 6.000 sandbag, hingga 30 unit pompa air berkapasitas 520 liter/detik yang disebar di berbagai titik genangan air.

Basuki juga telah menginstruksikan untuk segera dilakukan perbaikan dan penggantian infrastruktur jembatan yang rusak paling lama Kamis besok sudah dapat dimanfaatkan kembali. Dua jembatan dengan kondisi rusak parah yaitu Jembatan Tabunio II di Lintas Selatan Kalsel dan Jembatan Sungai Salin di Lintas Tengah Kalsel juga telah ditinjau untuk dilakukan perbaikan.

Jembatan Bailey untuk menggantikan Jembatan Sungai Salim saat ini sudah dalam tahap dirangkai dan siap dipasang. Sementara untuk Jembatan Tabunio II telah siap dikirim dan di lokasi sedang dilakukan pemasangan sheetpile baja untuk melintas orang dan kendaraan kecil. Lalu lintas di lokasi khususnyaa jalur Banjarmasin-Batu Licin sementara dialihkan melalui Kecamatan Pelaihari.

Selain perbaikan infrastrktur, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Ditjen Sumber Daya Air (SDA), telah memberikan bantuan empat buah perahu karet, delapan pelampung, dua unit mesin speed boat, dan lainnya untuk Pemkab Banjar untuk digunakan evakuasi warga.

Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalsel dan Ditjen Cipta Karya juga telah menyalurkan sebanyak empat unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter dan 30 unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Selain itu disalurkan juga tujuh unit mobil toilet, tujuh unit toilet portabel, dan dua unit mobil tinja untuk keperluan sanitasi.

“Semua pekerjaan dilakukan nonstop 24 jam untuk pemasangan Jembatan Baley maupun persiapan sheetpile di lokasi terdampak. Kita upayakan maksimal supaya recovery dampak bencana di wilayah ini bisa cepat diselesaikan dan mengurangi penderitaan masyarakat terdampak,” katanya.