HousingEstate, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimulyono menerima kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di Kantor Menpupera, Kebayoran Baru,  Jakarta Selatan. Kedua menteri membahas kolaborasi untuk menisnergikan program pengembangan lima kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) atau destinasi pariwisata super prioritas (DPSP): Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang.

Basuki mengatakan, kolaborasi dua kementerian ini untuk terus mengembangkan pembangunan infrastruktur sehingga bisa mendukung produktivitas sektor pariwisata khususnya pasca pandemi Covid-19 dengan lebih optimal. Dukungan infrastruktur pada lima KSPN ini akan selesai pada pertangahan tahun ini.

“Pemerintah telah menganggarkan program sebesar Rp7,96 triliun untuk pengembangan infrastruktur di lima kawasan wisata prioritas  yang dilaksanakan sejak tahun 2019. Mestinya pelaksanaannya sudah selesai akhir tahun lalu, hanya karena pandemi  fokusnya sempat diubah. Sekarang  kembali lagi dipriortaskan mulai dari Labuan Bajo, Danau Toba, Likupang, Borobudur, dan Mandalika,” katanya.

Anggaran sebesar Rp7,96 triliun tersebut  dibagi tiga untuk pembangunan kelima wilayah tersebut. Tahun 2019 sebesar Rp1,65 triliun, 2020 Rp3,7 triliun, dan 2021 Rp2,6 triliun. Untuk pekerjaan  tahun ini merupakan paket lanjutan multi year contract karena rekomposisi dan perubahan dari single year contract karena realokasi anggaran dan refocusing kegiatan untuk penanganan pandemi.

Pada pekerjaan periode tahun 2020, Kemenpupera telah melaksanakan 185 paket pekerjaan infrastruktur meliputi peningkatan konektivitas seperti penanganan jalan dan jembatan. Di bidang sumber daya air seperti pembangunan tampungan air dan infrastruktur pengendali banjir, bidang permukiman penataan kawasan dan peningkatan kapasitas pembuangan sampah, dan bidang perumahan peningkatan sarana hunian guna mendukung pariwisata atau sarana hunian pariwisata (Sarhunta).

Beberapa pekerjaan yang telah selesai antara lain pembangunan Jalan Lingkar Siborong-Borong sepanjang 2 km untuk mendukung konektivitas KSPN Danau Toba, pembangunan Gerbang Klangon di Kabupaten Kulon Progo untuk mendukung KSPN Borobudur, dan Sarhunta di lima KSPN.

Sementara itu untuk mendukung pelaksanaan ajang balap motor dunia MotoGP di Mandalika tahun ini, Kemenpupera terus memantau perkembangan pembangunan sirkuit termasuk akses pendukungnya seperti jalan Bypass Bandara Internasional Lombok-Mandalika. Pembangunan sirkuit ini dilakukan oleh BUMN PT PP (Persero) dan seluruh infrastruktur Mandalika ini akan selesai semuanya pada bulan Juli.

Berbagai aktivitas maupun program kerja dari Kemenpupera ini sangat diapresiasi oleh Sandiaga dan untuk ke depannya akan terus ditingkatkan. Sandiaga menyebut, pengembangan lima KSPN ini akan memperkuat daya tarik wisatawan dan progres yang telah dikerjakan sejauh ini telah sesuai dan bisa dilihat di lapangan.

“Untuk progres sirkuit MotoGP misalnya, kita semua di sini sudah berpengalaman membangun infrastruktur jadi optimistis bulan Juli nanti sirkuit maupun fasilitas pendukungnya sudah selesai. Semuanya juga kita laporkan all on progress, all on the track, dan optimistis bulan Oktober nanti bisa dimanfaatkan,” katanya.