HousingEstate, Jakarta - Secara umum realisasi penyaluran KPR  bank-bank nasional dan asing tahun 2020 mengalami penurunan cukup signifikan,  bahkan ada yang pertumbuhannya negatif akibat pandemi Covid-19. Tapi  Bank CIMB Niaga  mengalami pertumbuhan positif,  enam persen year on year. “Di tengah pademi kenaikan sebesar itu sudah sangat bagus. Bahkan ada bank besar yang pertumbuhannya minus dibanding tahun 2019,” ujar Heintje Mogi, Mortgage and Indirect Auto Business Head PT Bank CIMB Niaga,Tbk kepada www.housingestate.id (22/1).

Pada tahun tikus logam  lalu bank milik investor Malaysia ini berhasil menyalurkan KPR untuk rumah baru dan seken  lebih kurang Rp2 triliun sehingga fortopolio per Desember 2020 naik  menjadi Rp36 triliun. Sebagian besar rumah yang dibiayai  harganya di kisaran  Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

Menurut mantan eksekutif Bank OCBC NISP ini  pertumbuhan sebesar itu bisa tercapai karena  pihaknya cukup antisipatif dalam menghadapi kondisi ekonomi yang  terjadi sepanjang tahun 2020. Saat awal pandemi Covid-19  di awal  Maret lalu  CIMB Niaga sudah melakukan promosi lewat digital, webinar, mempererat relasi dengan developer dan broker.

“Yang tidak kalah  penting kami menawarkan banyak program  inovatif  dengan suku bunga yang kompetitif dibanding bank lain. Inovasi dan pricing sangat penting,” jelas alumni Fakultas Hukum Unika Parahyangan Bandung ini.

Pada awal Covid-19 masuk ke Indonesia Bank CIMB Niaga menawarkan program dengan motto Jaga kesehatan finansial Anda, pindah ke KPR CIMB Niaga saja dengan suku bunga hanya 6,5 persen fixed 3 tahun. Kemudian pada  November tahun lalu, lembaga keuangan ini kembali meluncurkan program baru dengan tagline KPR Xtra Pasti selama 10 tahun. Dengan program ini, debitur memperoleh kepastian mencicil KPR-nya dengan suku bunga 9,5 persen fixed selama 10 tahun.

Melalui program ini, KPR yang  tersalurkan sudah mencapai hampir Rp300 miliar dalam kurun waktu dua bulan lebih.   Semula program ini berlaku  hingga Desember lalu, tapi karena mendapat respon bagus dari konsumen diperpanjang hingga Februari mendatang. “Kebetulan dananya masih ada dan respon konsumen sangat bagus sehingga kami perpanjang hingga bulan depan,” tambah ayah satu anak ini.

Pada tahun 2021 ini manajemen sudah memutuskan target penyaluran KPR naik di kisaran 7-8 persen. “Untuk itu kami akan kembali meluncurkan program-program inovatif, pricing kompetitif, dan melakukan approach ke developer dan broker yang makin agresif,” tuturnya.