HousingEstate, Jakarta - Tahun 2012 Bank BTN mendapatkan jatah KPR bersubsidi skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp8,73 triliun. Anggaran sebesar ini akan disalurkan untuk pembiayaan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan pembagian KPR subsidi konvensional senilai Rp7,76 triliun dan KPR subsidi syariah Rp965 miliar.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P Napitupulu, dana FLPP ini akan dioptimalkan untuk pembiayaan rumah subsidi MBR sekitar 81 ribu unit.

“Kami akan terus berinovasi, bersinergi, dan terus melakukan pembenahan dan efisiensi dalam proses penyaluran FLPP, diantaranya dengan mengintegrasikan sistem aplikasi SiKasep dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP). Kami juga mengapresiasi kepercayaan pemerintah untuk terus memberikan alokasi FLPP terbesar kepada Bank BTN. Program ini akan dimaksimalkan, karena berfungsi pula  untuk mendukung pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Melalui program KPR FLPP ini, MBR bisa mendapatkan pembiayaan perumahan dengan uang muka ringan satu persen dan lima persen serta suku bunga fixed lima  persen per tahun dengan tenor maksimal 20 tahun. Program KPR FLPP ini  menjadi andalan bagi kalangan pengembang di tengah situasi bisnis properti yang masih lemah sejak beberapa tahun terakhir.

Sebagai bank pelaksana, Bank BTN juga akan memastikan ikut mengawasi kualitas produk hunian yang dibangun kalangan pengembang yang difasilitasi oleh KPR subsidi ini. Untuk membantu pemasaran para developer, Bank BTN kembali akan menggelar Indonesia Property Expo Virtual.

Hingga akhir Desember 2020 lalu, Bank BTN telah menyalurkan KPR FLPP sebanyak Rp4,46 triliun untuk 34.367 unit rumah.