HousingEstate, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah membuat banyak kendala karena kita diharuskan menerapkan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) misalnya, memiliki acara pameran rutin Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang pada tahun ini akan digelar pada bulan Maret 2021, namun kondisi pandemi membuat pameran kali ini kembali ditunda.

Akhirnya pameran furnitur diselenggarakan secara online karena melihat potensi serta antusiasme masyarakat terkait produk-produk furnitur. Menurut Abdul Sobur, Presidium HIMKI, industri furnitur sendiri masih menawarkan potensi yang besar bahkan saat pandemi ini masih mencatatkan transaksi yang cukup baik.

“Makanya kami tetap menyelenggarakan ajang IFEX 2021 secara online namun dengan fitur-fitur khusus supaya tetap bisa dirasakan seperti pameran offline. Besarnya potensi dari sektor ini membuat kami sangat optimistis pameran online ini juga bisa memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan Senin (15/2).

Beberapa fitur khusus yang akan dihadirkan yaitu IFEX Show Preview, IFEX Virtual Expo, dan IFEX Virtual Showroom. IFEX Show Preview merupakan sebuah platform untuk mempermudah buyer mencari furnitur dan produk kerajinan dari para peserta.

IFEX Virtual Expo merupaka virtual exhibiton atau pameran virtual berbasis 3D dengan menampilkan virtual both serta virtual showroom produk dari para peserta. Di virtual exhibition ini juga difasilitasi interaksi antara buyer dan exhibitor melalui platform website IFEX sehingga bisa berkomunikasi secara langsung layaknya pameran offline.

Sementara IFEX Virtual Showroom menggunakan kamera 360 derajat untuk menunjukan showroom dari para exhibitor secara riil. Buyer dan exhibitor juga bisa berinteraksi selama 24 jam penuh, tujuh hari tanpa ada libur di platform ini. Karena dilakukan secara online, pameran IFEX 2021 ini akan berlangsung lebih lama yaitu bulan April hingga September 2021.

“Kami sangat optimistis ajang pameran furnitur ini bisa menggairahkan kembali industri furnitur tanah air tanpa perlu menciptakan kerumunan bila diadakan pameran seperti biasa. Kendati situasinya masih belum ideal karena pandemi, tapi kami yakin industri ini masih akan bisa tumbuh  dengan berbagai platform yang kami tawarkan,” jelas Sobur.