HousingEstate, Jakarta - Menutup tahun 2020 lalu Bank BTN mencatatkan kinerja luar biasa dengan capaian laba yang meroket hingga 665,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy). Perolehan labanya mencapai Rp1,6 triliun, bandingkan dengan tahun 2019 yang Rp209 miliar.

“Lompatan laba bersih ini diraih berkat penerapan lima strategi utama perusahaan sepanjang 2020 lalu. Yang pasti sektor perumahan masih menjadi penopang suburnya pundi laba Bank BTN dan tetap bergerak positif di tengah koreksi pertumbuhan ekonomi akibat pandemi,” ujar Nixon LP Napitupulu, Plt. Direktur Utama Bank BTN.

Kelima strategi yang diterapkan yaitu, memaksimalkan penerapan good corporate governance (GCG), sentralisasi proses bisnis, penguatan permodalan dan pendanaan, meningkatkan kualitas kredit, dan menggenjot efisiensi.

Beberapa kinerja perusahaan hingga menjadi penopang laba yang tinggi ini antara lain, pendapatan bunga sebesar Rp25,16 triliun disumbang dari penyaluran  kredit yang tetap tumbuh. Penyaluran KPR subsidi juga masih tumbuh  8,63 persen menjadi Rp120,72 triliun dan menjadi penopang utama pertumbuhan kredit Bank BTN.

Kredit perumahan secara total juga naik sebesar 2,29 persen (yoy) menjadi Rp234,78 triliun dan hampir seluruh kinerja kredit tetap mengalami kenaikan. Di segmen kredit non perumahan, Bank BTN menyalurkan senilai Rp25,32 triliun. Total penyaluran kredit Bank BTN mencapai Rp260,11 triliun atau naik 1,68 persen dari tahun lalu Rp255,82 triliun.

Kualitas kredit juga terus menunjukan tren membaik dengan kredit macet atau non performing loan (NPL) dari 2,96 persen turun menjadi 2,06 persen. Rasio coverage Bank BTN juga meningkat lebih dari dua kali lipat sebesar 115,02 persen begitu juga dana pihak ketiga (DPK) yang terus menguat dengan cost of fund yang membaik.

DPK mengalami pertumbuhan 23,84 persen dari Rp225,4 triliun menjadi Rp279,13 triliun. Peningkatan DPK didominasi dari peningkatan giro sebesar 38,24 persen menjadi Rp72,04 triliun di kuartal keempat 2020. Peningkatan DPK ini membuat loan to deposit ratio (LDR) Bank BTN turun ke level 93,19 persen dari 113,5 persen.

“Dengan strategi yang kami terapkan ini kami bukan hanya memperbaiki kinerja bisnis tapi juga bisa bertahan di tengah tekanan akibat pandemi. Untuk tahun 2021 Bank BTN masih akan bertahan dengan strategi terebut dan menargetkan kredit bisa tumbuh 7-9 persen dengan capaian laba Rp2,5 triliun-Rp2,8 triliun,” kata Nixon.