HousingEstate, Jakarta - Menurut Ketua Satgas Pengamanan dan Pengendalian Program Sejuta Rumah (P2PSR) Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lucky Harry Korah, kawasan koridor timur Jakarta memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat pesat dalam 10 tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari pengembangan proyek infrastruktur yang sangat masif ditambah banyaknya indstri manufaktur yang mendorong pertumbuhan populasi penduduk tinggi.

“Koridor timur ini merupakan kawasan industri dan residensial terbesar di kawasan Asia Tenggara. Tidak kurang dari 47 persen pengembangan residensial dilakukan di wilayah ini dan 73 persennya merupakan produk yang menyasar segmen menengah ke bawah. Hal ini menunjukkan besarnya potensi maupun kontribusi wilayah ini terhadap pembangunan residensial,” ujarnya saat bicara pada webinar property talkshow bertajuk “Pentingnya Investasi Rumah di Koridor Timur Jakarta Saat Pandemi”, Selasa (23/2).

Staf Ahli Kementerian PUPR Bidang Sumber Daya Alam itu menambahkan, pengembangan kawasan koridor timur ini dilakukan untuk jangka panjang. Penerapannya diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 60 Tahun 2020 tentang rencana tata ruang pengembangan kawasan perkotaan Jabodetabek Bopunjur. Perpres ini menjadi pendukung kalangan pengembang yang ikut menggarap kawasan koridor timur Jakarta.

Dengan ketersediaan infratruktur yang makin lengkap, pengembangan property makin banyak, akhirnya masyarakat mendapatkan pilihan produk residensial yang makin beragam. Kemudahan aksesibilitas  dan sarana transportasi kawasan akhirnya menjadikan jarak perumahan yang jauh dari Jakarta bukan menjadi kendala karena dapat dijangkau cepat.

“Koridor timur Jakarta  diproyeksikan  menjadi masa depan investasi Indonesia. Sejumlah industri multinasional besar telah banyak yang masuk. Pemerintah pun terus mendukung dengan membangun berbagai infrastruktur yang akan mengubah koridor timur Jakarta ini menjadi kawasan modern,” kata Lucky.