HousingEstate, Jakarta - Kondisi bumi kita tengah menghadapi situasi darurat iklim. Semua pihak, pemerintah maupun swasta, tengah menghadapi tekanan yang kian meningkat untuk menurunkan emisi dan menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan. Teknologi berperan penting untuk menciptakan dunia yang berkelanjutan tersebut.

Produsen pencahayaan Signify (Euronext: Light) misalnya, seiring kemajuan digitalisasi pencahayaan terus memberikan terobosan untuk inovasi pencahayaan dengan memanfaatkan teknologi cetak 3D. Signify menjadi produsen lighting yang memproduksi luminer cetak 3D dalam skala industri.

“Energi menyumbang 60 persen dari emisi gas rumah kaca dan dunia meminta perusahaan-perusahaan untuk turut mengatasi ini. Banyak perusahaan yang berkomitmen terhadap ekonomi sirkular dan luminer cetak 3D adalah cara kami untuk berkontribusi mengurangi jejak karbon, tidak hanya milik kami sendiri tapi juga bersama konsumen kami,” ujar Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia dalam siaran pers yang diterbitkan Kamis (25/2).

Dalam membuat produknya, Signify telah menyempurnakan cara produksi yang sangat fleksibel dan lebih berkelanjutan menggunakan bahan baku polikarbonat yang 100 persen bisa didaur ulang. Hal ini juga memungkinkan luminer didesain khusus dengan disesuaikan seperti kebutuhan pelanggan dan di akhir masa pakainya bisa didaur ulang sehingga mendukung ekonomi sirkular.

Investasi Signify di pencetakan 3D menggambarkan lebih jauh mengenai komitmen perusahaan terhadap konsumsi dan produksi bertanggung jawab (SDG12) dengan produk-produk yang dapat dicetak ulang, diperbaharui, digunakan kembali, atau didaur ulang. Signify menargetkan bisa mendapatkan pendapatan sirkularnya menjadi 32 persen pada tahun 2025 sebagai bagian dari program berkelanjutan Brighter Lives, Better World 2025 yang diluncurkan sejak September 2020.

Umumnya produksi luminer cetak 3D memiliki jejak karbon mencapai 47 persen (tidak termasuk elektronik dan optik) dan ini lebih rendah dibandingkan luminer logam yang diproduksi secara konvensional. Dengan pencetakan 3D luminer, Signify bisa menggunakan kembali seluruh bahan baku sehingga menghasilkan sangat sedikit limbah dan menciptakan siklus hidup yang sepenuhnya ramah lingkungan.

Konsep ini juga telah menciptakan siklus hidup produk yang ramah lingkungan selain menghemat waktu, energi, limbah produksi, pengemasan, dan transportasi. Dengan menjaga produksi tetap dekat dengan area perkotaan, perusahaan juga bisa mengurangi lebih banyak lagi jejak karbon.

Bahan yang digunakan untuk luminer cetak 3D adalah dua pertiga dari berat luminer konvensional yang berarti menghemat 35 persen emisi karbon saat pengiriman dan lebih sedikit bahan bakar yang digunakan selama pengangkutan. Bobot polikarbonat yang ringan juga membuat pengurangan 27 persen menjadikan energi yang digunakan lebih sedikit dan pada masa akhir pakai tinggal dirobek menjadi bagian kecil.

“Total kami bisa mengurangi jejak karbon hingga 75 persen dari alur pasokan, produksi bahan, transportasi, dan akhir masa pakai jika digabungkan. Indonesia adalah negara ketiga di luar Eropa setelah Amerika dan India di mana kami menawarkan layanan ini dan kami sangat senang bisa menyediakan produk baru yang berkelanjutan untuk membantu bumi kita mengurangi jejak karbon,” ujar Rami.