HousingEstate, Jakarta - Kondisi pasar properti yang melemah ditambah pandemi Covid-19 membuat para pemain di sektor ini harus kreatif agar tetap bisa eksis, bahkan kinerjanya tumbuh positif. Sesuai demografi, generasi milenial umur (20-35 tahun) saat ini mencapai 25,87 persen dari total penduduk Indonesia. Mereka usia produktif, dan di zaman digital sekarang mereka juga yang menguasai.

Mereka bekerja dari rumah. Mereka juga hidup simple, tidak butuh rumah besar karena tidak mau pusing merawatnya. Karenanya rumah-rumah mungil harga di bawah Rp1,5 miliar laku, yang cara pembayarannya sesuai dengan kondisi keuangan mereka, pada masa pandemic ini laku.

Karena itu banyak pengembang yang memfokuskan produknya untuk para milenial ini. Salah satunya Sentosa Park (10,4 ha) di Pasar Kemis, Tangerang, Banten, yang dikembangkan oleh PT Yiho Jakarta Real Estate Development, memasarkan rumah kompak tipe 80/44 dan 92/55 seharga mulai Rp800 jutaan. Rumahnya dirancang oleh Aesler Group yang merupakan firma arsitektur dunia yang mengonsep rumah sehat untuk mengantisipasi pandemi. “Untuk cara bayarnya juga disesuaikan dengan kemampuan milenial. Kami menawarkan cara bayar dengan cicilan mulai Rp6 jutaan/bulan,” kata Hammy Sugiharto, Sales and Marketing Director Sentosa Park.

Ia optimis produknya di Sentosa Park ini  akan diterima pasar. Selain produknya bagus dan harga terjangkau, saat ini pemerintah telah memberikan sederet stimulus kebijakan untuk menggerakkan perekonomian pada masa pandemic, seperti uang muka nol persen, suku bunga kredit yang rendah, dll.