HousingEstate, Jakarta - Koridor timur Jakarta khususnya wilayah yang banyak kawasan industrinya, mulai dari Bekasi, Cikarang, hingga Karawang,  diproyeksikan value propertinya akan terus meningkat seiring dengan banyaknya pembangunan infrastruktur baru di sisi utara Provinsi Jawa Barat ini.

“Setelah kita melewati tantangan  berat tahun 2020, kami sangat optimistis menghadapi bisnis tahun 2021 ini. Di Kota Jababeka kami telah menyiapkan berbagai strategi, salah satunya dengan merilis sejumlah proyek baru,” ujar Suteja S. Darmono, Direktur PT Jababeka, Tbk.

Kota Jababeka yang merupakan salah satu flagship PT Jababeka, Tbk. saat ini telah dilengkapi dengan kawasan industri modern, kawasan komersial premium, serta klaster hunian. Untuk klaster huniannya, saat ini tengah dipasarkan Sport City yang merupakan kawasan mega klaster terbaru dengan sejumlah produk residensial seperti Sevilla Town House, Monaco Town House, Ruko Sevilla, Ruko Monaco, klaster Rotterdam, serta klaster Wimbledon yang menjadi proyek terbaru di awal tahun 2021.

Selain klaster Wimbledon, Jabebaka telah menyiapkan sejumlah pengembangan kawasan komersial premium baru seperti kaveling komersial premium Itaewon Jababeka yang lokasinya di jalan utama. Sektor komersial dan residensial menjadi fokus pengembangan Jababeka selain tetap meneruskan pengembangan kawasan industrinya.

Bahkan di sektor industry, Jababeka tengah bersiap untuk menyambut industry 4.0 dan siap meluncurkan dua produk baru dengan teknologi industri terkini yaitu E-Space Block yang akan segera diluncurkan.

Jababeka telah dilengkapi pembangkit listrik mandiri, penolahan air limbah (Waste Water Treatment Plant), pengolahan air bersih (Water Treatment Plant), Cikarang Dry Port, jaringan fiber optik, dan infrastruktur lainnya. Seluruh infrastruktur yang lengkap ini juga ditunjang dengan moda transportasi yang nantinya akan berpusat di sini.

Terkait moda transportasi ini, menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti, Jababeka merupakan salah satu kawasan yang dikonsep sebagai transit oriented development (TOD) karena telah memenuhi aspek konektivitas, pajalan kaki, jalur sepeda, angkutan umum, dan fasilitas parkir.

“Karena itu perlu diteruskan dan diperluas sinergitas antara pemerintah dan swasta untuk mendorong perpindahan dari pengguna kendaraan pribadi ke pemanfaatan angkutan masal oleh masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu kawasan, sarana, maupun fasilitasnya harus mendukung,” katanya.

Suteja juga menyebut, konsep TOD menjadi salah satu stragegi Jababeka dalam mengembangakan Kota Jababeka ke depan.

“Kami juga akan mengembangkan Silicon Valley Kota Jababeka sebagai suatu ekosistem teknologi yang berkesinambungan. Silicon Valley ini menjadi wadah para pelaku industri startup baik  lokal maupun mancanegara yang didukung  keberadaan universitas, laboratorium, akselelator, investor, dan lainnya,” ujarnya.