HousingEstate, Jakarta - Pemerintah melakukan berbagai cara untuk merangsang pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Terbaru, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan belied diskon pajak pertambahan nilai (PPN) produk hunian yang semula dikenakan 10 persen, kini diberikan diskon hingga 100 persen.

Aturan diskon tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 21 Tahun 2021. Diskon PPN 100 persen diberlakukan untuk rumah maupun apartemen yang harganya di bawah Rp2 miliar. Sedangkan rumah atau apartemen harga di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar didiskon 50 persen.

“Tujuan dari belied ini untuk mendorong masyarakat kelas menengah-atas yang selama pandemi ini cenderung menahan belanjanya. Melalui PMK No. 21 Tahun 2021 ini  diharapkan akan memunculkan confidence pasar dan mendorong konsumsi masyarakat,” ujar Sri Mulyani, Menteri Kuangan saat konferensi pers secara daring terkait pengumuman PMK ini.

Ada beberapa syarat untuk mendapatkan pembebasan PPNini. Selain harga yang sudah dipaparkan di atas, rumah/apartemen yang ditransaksikan sudah siap huni, kemudian satu orang hanya boleh beli satu unit dan minimal satu tahun baru boleh diperjual-belikan kembali. Periode diskon dibatasi, mulai 1 Maret hingga 31 Agustus 2021.

Lalu bagaimana kalau beli rumah inden? Asal rumah atau apartemen yang dibeli dapat dipastikan siap diserah-terimakan sebelum akhir Agustus 2021, tentu bisa mendapatkan diskon PPN ini.

“Jadi aturan ini selain untuk merangsang pasar juga untuk menyerap produk rumah maupun apartemen yang sudah siap dihuni dan dijual. Dengan begitu stok produk rumah atau apartemen di pasar akan menurun dan bisa merangsang permintaan kembali sehingga memacu produk perumahan dan properti baru lagi,” ujar Srimulyani.