HousingEstate, Jakarta - Setelah membesakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil baru, kini pemerintah gilaran memberikan insentif untuk sector property, berupa diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rumah tapak maupun rumah susun (apartemen) siap huni. Diskon PPN hingga 100 persen ini diberlakukan per 1 Maret 2021 ini.

“Kami baru menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 21 Tahun 2021 yang di dalamnya mengatur diskon PPN untuk pembelian produk hunian. Fasilitas ini diberikan untuk merangsang atau men-stimulate supaya orang segera melakukan pembelian rumah baik rumah tapak maupun rumah susun,” ujar Sri Mulyani, Menteri Keuangan saat acara konferensi pers secara virtual, Senin (1/3).

Sri juga menyebut, belied baru ini bisa dikenakan untuk pembelian produk rumah maupun apartemen dengan harga paling tinggi Rp2 miliar diberikan diskon PPN 100 persen, sedangkan untuk produk hunian di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar diberikan pengurangan PPN sebesar 50 persen.

Program untuk merangsang orang segera membeli rumah dan apartemen ini berlaku sampai 31 Agustus 2021. Syarat lainnya, produk hunian yang bisa mendapatkan fasilitas ini khusus untuk produk jadi yang siap huni, bila produknya belum siap hingga batas waktu pemberian fasilitas ini maka akan kembali dikenakan PPN.

“Jadi ada periode waktu dan jenis produknya harus produk baru dan yang sudah siap diserahterimakan. Insentif ini juga hanya berlaku untuk satu unit per orang dan rumahnya tidak boleh dijual lagi dalam jangka waktu satu tahun,” imbuh Sri.