HousingEstate, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan optimismenya industri pariwisata kita akan bangkit pada tahun ini. Sektor pariwisata termasuk salah satu industri yang paling terpukul saat pandemi Covid-19 dengan rata-rata penurunannya mencapai 80-90 persen.

Sandiaga menyatakan optimismenya dengan berbagai indikator selain strategi maupun langkah-langkah pemerintah yang telah diterapkan untuk terus mendorong sektor ini. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyebut, selama ini kita mengandalkan wisatawan dari  luar negeri padahal potensi besar itu ada dari dalam negeri.

“Kita punya 55 juta jiwa warga kelas menengah Indonesia yang sangat potensial untuk digarap dan berwisata di dalam negeri. Makanya kami meluncurkan kampanye #diindonesiaaja dan Bangga Berwisata di Indonesia karena potensi wisatawan domestik ini sangat besar dan ini sesungguhnya kearifan dan kebijaksanaan kita karena segmen ini sangat mampu dan mau untuk berwisata,” ujarnya saat berbicara dalam diskusi online bertajuk Membangkitkan Optimisme Industri Pariwisata Nusantara, Kamis (4/3).

Pemerintah akan terus memastikan berbagai langkah maupun kebijakan untuk memulihkan kembali industri pariwisata yang terpukul karena pandemi. Berbagai langkah ini dipastikan akan seiring dengan langkah-langkah penanganan pandemi. Pemerintah juga cukup sukses menekan angka penularan dari 15 ribu per hari menjadi 5 ribu per hari dan ini menjadi angin segar untuk bisnis ini segera bangkit.

Dengan tren yang baik ini, Sandi optimistis sektor pariwisata kita akan bisa bangkit pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini. Bahkan bila kita disiplin dan terus bekerja keras, tren perbaikan akan bisa lebih cepat kita rasakan dan untuk itu dibutuhkan kerja sama maupun kolaborasii dengan berbagai pihak.

Kemenparekraf sendiri telah menggandeng berbagai instansi seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum & HAM, Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19, Kementerian Perhubungan, dunia usaha, hingga elemen masyarakat. Semua pihak diharapkan bisa mendorong industri ini semakin maju.

“Selama ini kita fokus mendatangkan wisatawan asing dari Malaysia, Thailand, padahal potensi yang besar itu dari dalam negeri dengan 55 juta kelas menengah. Saya sendiri bahkan lebih optimistis lagi sektor ini bisa maju lebih cepat, dari sisi event ekonomi kreatif tren pemulihannya lebih terasa dan ini harus terus kita dorong untuk kebangkitan perekonomian kita,” ujarnya.